Nagan Raya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya turun langsung menangani persoalan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan dengan masyarakat korban banjir hidrometeorologi dari Gampong Kuta Trieng dan Gampong Lamie tersebut dihadiri Bupati Nagan Raya diwakili oleh Plt. Sekda, Ir. H. Hizbulwatan bersama Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.
Selain itu, turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD, Irfanda Rinaldi, S.STP., Plt. Kepala Dinas Sosial, Ali Munir, S.E., M.M., Ak., Kepala Dinas Kominfo, Arafik Karim, MPA, Kepala Dinas Perkim, Syafriadi Betra, S.T., Kasatpol PP-WH, Saiful Bahri, S.H., M.H., Plt. Camat Darul Makmur, serta anggota DPRK Nagan Raya, Heri Yanda, S.AB.
Dalam pertemuan itu, jajaran pemerintah daerah membahas tuntutan masyarakat terkait penyaluran bantuan perbaikan rumah korban banjir dan bantuan jaminan hidup (jadup).
Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. melalui Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, S.STP mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menjelaskan proses penyaluran bantuan kepada masyarakat sebagaimana mekanisme yang telah diterapkan di desa-desa lain.
“Prosesnya sudah kita sampaikan kepada masyarakat sebagaimana yang sudah kita lakukan di desa-desa lain, untuk melengkapi administrasi teknis,” kata Irfanda.
Ia menambahkan, persoalan yang muncul di tengah masyarakat lebih disebabkan oleh kendala komunikasi teknis terkait informasi penyaluran bantuan.
“Persoalan ini dinilai terjadi karena adanya kendala komunikasi teknis antara informasi yang disampaikan kepada masyarakat dengan informasi yang diharapkan masyarakat korban banjir,” ujarnya.
Menurut Irfanda, pemerintah daerah terus memfasilitasi dan mendampingi masyarakat penerima bantuan secara langsung agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Terkait bantuan, kita fasilitasi dan dampingi secara langsung. Hari ini, dari masyarakat korban banjir Gampong Kuta Trieng ada yang bantuan rumahnya telah berproses 70 persen. Kami berharap masyarakat penerima bantuan dapat segera melengkapi berkas administrasi,” ucapnya.
Selain itu, Pemkab Nagan Raya saat ini juga tengah melakukan pendataan penerima bantuan jaminan hidup (jadup) tahap kedua bagi korban banjir.
“Pendataan sudah dilakukan dan telah diusulkan ke Kementerian Sosial,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan mengawal proses pengusulan bantuan tersebut di Kementerian Sosial agar bantuan segera dapat disalurkan kepada masyarakat.
“Kita mengutus pejabat terkait untuk datang langsung ke Kementerian Sosial. Mudah-mudahan dapat membawa hasil positif sebagaimana yang diharapkan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga Gampong Lamie, Marzuki Yakob, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nagan Raya dan jajaran Pemkab Nagan Raya yang telah hadir langsung mendengarkan aspirasi masyarakat korban banjir di Gampong Lamie dan Kuta Trieng.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Bapak Bupati TRK dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang hadir langsung mendengarkan aspirasi masyarakat korban banjir bandang,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran langsung pejabat pemerintah di tengah masyarakat membuat informasi terkait penyaluran bantuan menjadi lebih jelas dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
“Dengan kedatangan langsung kepala dinas di tengah masyarakat, informasi yang disampaikan dapat didengar langsung oleh masyarakat sehingga tidak simpang siur,” demikian Marzuki.
Laporan : Sukma Afrizal

