Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 24 September 2026 — Nama Afidudin tercantum sebagai Calon Kepala Desa Sengkerang periode 2026–2032 dengan membawa visi pembangunan desa yang dirangkum dalam konsep “BERKAH”: Bersama, Etos, Religius, Kreatif, Amanah dan Harmonis.
Gagasan tersebut menempatkan pembangunan desa bukan semata-mata pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, kehidupan keagamaan, kebersihan lingkungan serta partisipasi warga.
Dalam visi yang disampaikan, Afidudin mengusung cita-cita “Mewujudkan Desa Sengkerang yang BERKAH”, dengan semangat kebersamaan sebagai fondasi pembangunan.
Pada aspek Bersama, Afidudin menawarkan penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Sinergi antara pemerintah desa, BPD, LKMD dan masyarakat juga menjadi bagian dari gagasan tersebut. Musyawarah dan mufakat ditekankan sebagai mekanisme dalam mengambil keputusan, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan desa.
Gagasan ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari proses perencanaan dan pengawasan pembangunan desa.
SDM pemuda dan ekonomi lokal
Pada bidang Etos, Afidudin membawa gagasan peningkatan kualitas sumber daya manusia pemuda dan masyarakat desa.
Pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian, seni maupun ekonomi lokal disebut menjadi bagian dari program yang ditawarkan. Pemanfaatan teknologi informasi juga diarahkan untuk mendukung pelayanan publik agar lebih cepat, ramah dan prima.
Bagi desa yang memiliki potensi ekonomi masyarakat, peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha lokal menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi tertentu.
Memperkuat kehidupan religius
Konsep Religius menjadi bagian lain dari visi “Desa Berkah”.
Afidudin menawarkan penguatan kerja sama antara tokoh agama, pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Peningkatan kualitas kegiatan keagamaan, termasuk pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya, juga masuk dalam misi yang ditawarkan.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kebersamaan dan kehidupan sosial masyarakat Desa Sengkerang.
UMKM dan BUMDes
Sementara itu, sektor Kreatif diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu gagasan yang tercantum adalah memberikan akses permodalan bagi UMKM dan usaha rumah tangga agar masyarakat dapat mengembangkan usaha secara lebih mandiri.
Selain itu, BUMDes dan koperasi didorong agar memiliki peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi desa.
Jika direalisasikan, agenda tersebut membutuhkan tata kelola yang terbuka, perencanaan yang jelas serta pengawasan masyarakat agar program pemberdayaan benar-benar memberikan manfaat kepada pelaku usaha di tingkat desa.
Infrastruktur dan tanggung jawab lingkungan. Pada aspek Amanah, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu perhatian. Visi yang ditawarkan mencakup peningkatan kualitas irigasi, jalan dan fasilitas publik secara merata dan berkelanjutan.
Namun pembangunan desa juga tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur. Kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola sumber daya desa turut menjadi bagian dari misi yang disampaikan.
Sementara melalui konsep Harmonis, Afidudin memasukkan isu lingkungan sebagai bagian dari agenda pembangunan, terutama menciptakan desa yang bersih, sehat dan asri melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa juga menjadi bagian dari konsep tersebut.
“Berkah” sebagai tawaran pembangunan
Secara keseluruhan, visi-misi Afidudin mencoba merangkum pembangunan Desa Sengkerang dalam enam kata kunci: Bersama, Etos, Religius, Kreatif, Amanah dan Harmonis.
Slogan yang dibawa adalah: “Desa Maju, Masyarakat Sejahtera — Berkah Bersama Kita Wujudkan.”
Dengan membawa visi tersebut, Afidudin menawarkan agenda pembangunan yang mencakup pemerintahan yang transparan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, kehidupan religius, serta lingkungan yang bersih dan harmonis.
Tim
