Barsela24news.com | Aceh Selatan — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali dikeluhkan masyarakat di wilayah Kluet Raya, Kabupaten Aceh Selatan. Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan masyarakat karena dua SPBU yang berada di wilayah tersebut disebut kerap mengalami kekosongan stok.
Ironisnya, di tengah sulitnya masyarakat memperoleh BBM di SPBU, sejumlah pedagang eceran di sekitar lokasi SPBU disebut masih memiliki persediaan BBM. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait ketersediaan dan pola distribusi BBM di wilayah Kluet Raya.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan keluhan tersebut kepada Media Barsela24News, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak mempersoalkan apabila memang terjadi kekurangan pasokan. Namun, keberadaan BBM pada sejumlah pedagang eceran ketika SPBU mengalami kekosongan membuat warga mempertanyakan bagaimana BBM tersebut dapat tersedia.
“Kalau memang stok BBM kurang, kami bisa memahami. Tetapi ketika SPBU kosong, sementara di sekitar SPBU masih ada pedagang eceran yang memiliki stok, masyarakat tentu menjadi bingung.
Apakah ada persoalan dalam distribusinya atau tidak, kami tidak tahu,” ujarnya.
Warga tersebut menegaskan bahwa pernyataannya merupakan bentuk pertanyaan dan keresahan masyarakat, bukan tuduhan terhadap pihak tertentu. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut dapat ditelusuri oleh instansi berwenang sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terus berada dalam ketidakjelasan.
Kelangkaan BBM juga dirasakan langsung oleh para pengemudi angkutan dan kendaraan sewa. Bagi mereka, BBM merupakan kebutuhan utama untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Ketika BBM sulit diperoleh, aktivitas mencari nafkah ikut terganggu. Para sopir yang biasanya mengandalkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga terpaksa menghadapi ketidakpastian.
“Kalau minyak tidak ada, sopir tidak bisa menarik sewa. Kami mencari nafkah dari kendaraan. Keluarga membutuhkan biaya hidup, anak-anak juga membutuhkan biaya pendidikan,” katanya.
Menurutnya, persoalan BBM bukan sekadar masalah pengisian bahan bakar kendaraan, tetapi berkaitan langsung dengan roda perekonomian masyarakat.
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Masyarakat Kluet Raya berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya menunggu persoalan tersebut berlalu, tetapi segera mencari solusi konkret.
Warga meminta dilakukan pengecekan terhadap ketersediaan pasokan, mekanisme distribusi, serta kondisi di lapangan agar BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dapat tersedia secara wajar dan merata.
“Kami berharap pemerintah daerah dan pihak terkait memberikan solusi terbaik. Kalau memang pasokan kurang, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang jelas. Jangan sampai masyarakat terus dibuat bingung,” harapnya.
Warga juga mengingatkan, apabila kelangkaan BBM berlangsung dalam waktu lama, dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor. Terhambatnya mobilitas kendaraan dapat meningkatkan biaya transportasi dan berpotensi memengaruhi distribusi barang kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi dan perdagangan.
Perlu Penjelasan Terbuka.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan BBM di Kluet Raya, termasuk apakah kekosongan SPBU disebabkan keterlambatan pasokan, peningkatan permintaan, kendala distribusi, atau faktor lainnya.
Penjelasan resmi dinilai penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab kekosongan BBM yang dikeluhkan masyarakat tersebut.
Media Barsela24News.com akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan membuka ruang bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan secara berimbang.
Pewarta: Hartini
