Burhanudin “Pak Bung” Mantapkan Langkah Maju di Pilkades Sedau, Bawa Semangat Kebersamaan “Pade Molah, Pade Solah”

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Barat NTB, 4 September 2026 — Suasana Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mulai hangat dengan kabar kesiapan Burhanudin, S.Pd, CPLA, yang akrab disapa Pak Bung, untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa Sedau periode mendatang.

Keputusan itu bukan muncul tiba-tiba. Bagi Pak Bung, maju sebagai calon Kepala Desa adalah bentuk tanggung jawab moral dan kelanjutan dari pengabdian panjang yang sudah ia jalani selama ini di tengah masyarakat Sedau.

“Saya melihat masih banyak potensi desa yang bisa kita gerakkan bersama. Sudah saatnya kita membangun dengan cara yang lebih terbuka, gotong royong, dan tulus dari hati. Itulah alasan saya maju,” ungkapnya.

Perjalanan Pengabdian yang Panjang

Nama Burhanudin sudah tidak asing di telinga warga Sedau dan Kecamatan Narmada. Ia memulai kiprahnya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa Sedau selama satu periode. Dari lembaga legislatif desa inilah ia belajar banyak tentang bagaimana menyerap aspirasi warga dan mengawal kebijakan desa agar tepat sasaran.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Pendamping Lokal Desa selama tiga tahun. Tugas itu membawanya berkeliling, bertemu langsung dengan kelompok tani, ibu-ibu PKK, karang taruna, hingga warga yang membutuhkan pendampingan program.

Saat ini ia juga masih aktif sebagai Perangkat Kewilayahan di Dusun Eyat Bintang. Kedekatannya dengan warga di tingkat dusun membuat ia paham betul persoalan riil di lapangan, mulai dari infrastruktur, administrasi kependudukan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di luar struktur pemerintahan, Pak Bung juga aktif di berbagai organisasi. Ia dipercaya sebagai Bendahara Persatuan Perangkat Desa Indonesia PPDI Lombok Barat, Ketua Pimpinan Anak Cabang KNPI Kecamatan Narmada, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Narmada, serta penggerak komunitas sosial Insan Peduli Sosial. Ia juga tergabung dalam Forum Komunikasi Perangkat Kewilayahan se-Kecamatan Narmada.

Bagi warga, aktivitasnya di organisasi inilah yang membuat Pak Bung dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui, ramah, dan tanggap terhadap keluhan masyarakat.

Visi Membangun dengan Hati

Dalam visi yang diusungnya, Pak Bung mengedepankan tiga kata kunci: ikhlas, tulus, dan bersama.

“Membangun desa dengan ikhlas dan tulus. Itu bukan sekadar slogan. Itu cara kerja. Kalau niatnya untuk mengabdi, maka semua program harus menyentuh langsung kebutuhan warga,” jelasnya.

Ia juga menghidupkan kembali nilai lokal “Pade Molah, Pade Solah” sebagai semangat utama. Filosofi dari Lombok ini berarti mulai bersama dan selesai bersama. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada kepala desa, tetapi harus digerakkan oleh seluruh elemen: pemerintah desa, BPD, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga masyarakat biasa.

Program yang Ingin Didorong

Jika diberi amanah, Pak Bung mengaku akan fokus pada beberapa hal prioritas:

Pertama, penguatan kelembagaan desa dan transparansi anggaran agar warga tahu dan bisa ikut mengawasi pembangunan.

Kedua, pemberdayaan pemuda dan UMKM desa. Ia ingin Sedau memiliki ruang kreatif dan ekonomi bagi anak muda agar tidak hanya merantau.

Ketiga, peningkatan pelayanan dasar seperti administrasi kependudukan yang cepat, infrastruktur dusun yang merata, dan kegiatan sosial yang berkelanjutan melalui jaringan Insan Peduli Sosial.

Keempat, memperkuat peran BPD, lembaga adat, dan organisasi kepemudaan agar menjadi mitra sejajar dalam membangun desa.

Harapan Kepada Masyarakat

Pak Bung menyadari bahwa Pilkades adalah pesta demokrasi warga. Karena itu ia mengajak seluruh masyarakat Sedau untuk menjaga suasana tetap sejuk, damai, dan penuh persaudaraan.

“Siapapun yang terpilih nanti, tetap kita bersaudara. Yang penting, mari kita pilih pemimpin yang benar-benar mau bekerja untuk desa, bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Dengan pengalaman di pemerintahan, kewilayahan, organisasi, dan kegiatan sosial, Burhanudin berharap bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia ingin membuktikan bahwa pemimpin desa lahir dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat.

“Desa Sedau bisa lebih maju kalau kita kompak. Mari kita buktikan semangat Pade Molah, Pade Solah. Mulai bersama, selesai bersama,” tutupnya.

(MWR)