Barsela24News.com | Mataram - Seorang perempuan berusia 26 tahun bernama Fitriani alias Fitri diduga menjadi korban penganiayaan di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Akibat peristiwa tersebut, korban dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.
Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut, berdasarkan keterangan pihak keluarga korban yang identitasnya meminta dirahasiakan, diduga terjadi pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 Wita.
Lokasi kejadian diperkirakan berada di kawasan Jalan Sultan Hasanuddin, Lingkungan Pandan Salas, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Menurut keterangan keluarga, korban merupakan perempuan berusia 26 tahun yang berasal dari Dusun Rajak, Desa Sukeraja, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah.
Namun, selama berada di Kota Mataram, korban diketahui tinggal dan menetap di kawasan Jalan Gusti Jelantik Gosa, Gang Cangkung, Lingkungan Gebang Barat, Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram. Pihak keluarga menyebutkan, dugaan penganiayaan tersebut melibatkan seorang pria yang disebut berinisial RND.
Berdasarkan penuturan keluarga korban, sebelum peristiwa terjadi, pria berinisial RND diduga mengajak korban untuk bertemu di kawasan Lingkungan Pandan Salas, Mayura.
Setelah bertemu, korban kemudian diduga diajak oleh RND untuk pergi bersama menuju tempat kos terduga pelaku.
Namun, korban disebut menolak ajakan tersebut.
Penolakan itu diduga memicu emosi pria berinisial RND hingga kemudian terjadi dugaan tindakan kekerasan terhadap korban.
“Korban dipukul dan pukulan tersebut mengenai bagian mata sebelah kanan. Korban sendiri tidak dapat mengingat secara pasti berapa kali pukulan yang diterimanya,” ungkap salah seorang anggota keluarga korban kepada Awak Media Barsela24News.com.
Akibat kejadian tersebut, kondisi korban dilaporkan mengalami luka yang cukup serius sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis. Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis di RSUP NTB.
Pihak keluarga menyebut, akibat luka yang dialami korban, terdapat kemungkinan korban akan menjalani tindakan operasi sesuai dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tim medis. Kondisi tersebut membuat keluarga korban berharap adanya perhatian dan penanganan serius dari pihak berwenang terhadap peristiwa yang dialami Fitriani alias Pitriani.
“Kami berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan dan mengusut kejadian ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar pihak keluarga.
Hingga berita ini ditayangkan, keberadaan pria berinisial RND yang disebut oleh keluarga korban belum diketahui. Belum diperoleh keterangan resmi terkait keberadaan maupun klarifikasi dari pihak yang bersangkutan atas dugaan tersebut.
Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera melakukan langkah-langkah hukum, termasuk mengumpulkan keterangan para pihak dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas peristiwa tersebut.
Peristiwa dugaan kekerasan terhadap perempuan ini menjadi perhatian serius, terlebih karena korban dilaporkan mengalami luka hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Hingga saat ini Awak Media Barsela24News.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian, pihak rumah sakit, serta pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang berimbang dan memastikan perkembangan penanganan perkara ini.
Berita ini akan diperbarui seiring adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun perkembangan terbaru terkait kasus tersebut.
Reporter: H. Suhaili Syukri - Lombok Tengah
Editor: Danang Mario
