Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 17 September 2026 — Ketua Umum LSM Gelombang (Gerakan Lombok Bangkit), Lalu Moh. Syukri, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, yang bergotong royong memperbaiki jembatan yang telah lama mengalami kerusakan parah.
Apresiasi tersebut disampaikan pada Minggu, 27 September 2026, menyusul keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan jembatan yang dinilai menjadi akses penting bagi aktivitas warga.
“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat yang berinisiatif dan bergotong royong memperbaiki jembatan yang sudah lama ambruk. Ini menunjukkan kepedulian dan kekuatan kebersamaan warga,” ujar Lalu Moh. Syukri.
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan tokoh masyarakat Desa Mujur dan digerakkan oleh lima orang inisiator, yakni Dr. Ir. H. Abdul Hakim, MM., H. Isro’, SH., Murdan, H. Nurman, dan Junaidi.
Menurut Syukri, peran para inisiator bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam menggerakkan pembangunan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan warga.
Ia secara khusus mengapresiasi Dr. Ir. H. Abdul Hakim, MM., yang meskipun berdomisili di Kota Mataram, disebut tetap aktif bolak-balik Mataram–Mujur untuk ikut mengawal proses pembangunan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat Desa Mujur,” katanya.
Jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, ekonomi, sosial dan keagamaan.
Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan, terutama bagi para siswa dari tiga sekolah yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh akibat kondisi jembatan yang ambruk.
Di sisi lain, LSM Gelombang menyoroti belum adanya respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan perbaikan jembatan tersebut.
Syukri menyebut masyarakat telah menunggu lebih dari dua tahun agar pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan yang dinilai merupakan akses vital bagi kepentingan bersama.
“Jangan sampai masyarakat harus bergerak sendiri ketika fasilitas yang menyangkut kepentingan publik mengalami kerusakan bertahun-tahun. Pemerintah daerah semestinya hadir dan memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, gotong royong warga patut diapresiasi, tetapi partisipasi masyarakat tersebut tidak semestinya dimaknai sebagai pengganti tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur publik.
Proses pembangunan saat ini terlihat solid dengan keterlibatan masyarakat. Warga memberikan dukungan baik melalui tenaga maupun bantuan materi.
Masyarakat berharap pembangunan dapat segera diselesaikan, terlebih musim hujan diperkirakan segera tiba. Penyelesaian jembatan dinilai penting untuk memastikan akses warga dan siswa tetap aman dan lancar.
“Kami berharap pemerintah daerah memberikan respons. Gotong royong masyarakat adalah kekuatan sosial yang luar biasa, tetapi kebutuhan infrastruktur publik tetap membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah,” ujar Syukri.
Sementara itu, kelima inisiator bersama panitia pembangunan jembatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Desa Mujur yang telah berpartisipasi, baik melalui tenaga maupun materi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur, baik yang berada di Desa Mujur maupun warga Mujur yang berdomisili di luar daerah, yang turut membantu secara sukarela.
“Ini merupakan bentuk responsif kami terhadap keluhan masyarakat, terutama terkait jembatan yang sudah lama ambruk dan belum mendapatkan jawaban nyata dari pemerintah daerah,” ujar salah seorang inisiator kepada awak media Barsela24News.com.
Pembangunan yang lahir dari gotong royong masyarakat tersebut kini menjadi perhatian publik. Di satu sisi, warga menunjukkan kepedulian dengan membangun sendiri akses yang mereka butuhkan. Di sisi lain, masyarakat tetap menunggu respons konkret Pemkab Lombok Tengah terhadap kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi akses penting bagi kehidupan warga Desa Mujur.
Tim Loteng
