Barsela24news.com | Lombok Tengah, NTB — Jelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina International Mandalika, Lombok Tengah, personel gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar simulasi pengamanan event internasional tersebut, Senin (28/9/2026).
Simulasi menjadi bagian dari persiapan pengamanan menghadapi kedatangan ribuan penonton, pembalap, kru, serta wisatawan yang diperkirakan memadati kawasan Mandalika selama berlangsungnya ajang balap motor internasional tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE., M.H., yang didampingi jajaran kepolisian dan unsur terkait.
Kapolda menegaskan bahwa personel gabungan telah menyiapkan pola pengamanan dengan mengacu pada standar pengamanan event internasional.
“Personel gabungan TNI-Polri dan otoritas siap menerapkan standar pengamanan internasional dalam mengamankan jalannya event internasional MotoGP 2026,” ungkap Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.
Dalam simulasi tersebut, kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi menjadi salah satu fokus utama. Pengamanan tidak hanya diarahkan pada area sirkuit, tetapi juga sejumlah titik yang berkaitan dengan mobilitas penonton, peserta, maupun distribusi logistik.
Untuk mendukung pengamanan MotoGP Mandalika 2026, sebanyak 2.667 personel Polri disiapkan.
Personel tersebut terdiri dari anggota Polda NTB, Polres jajaran, serta personel bantuan dari Mabes Polri dan Polda Bali.
Selain kekuatan personel, sebanyak 69 pos pengamanan juga disiapkan di sejumlah lokasi strategis.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada arena balapan, tetapi juga mencakup kawasan sekitar yang menjadi jalur pergerakan masyarakat dan wisatawan selama event berlangsung.
Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, di Sirkuit Pertamina International Mandalika, Lombok Tengah.
Kapolda NTB juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya MotoGP.
Menurutnya, kondusivitas kawasan menjadi bagian penting agar para pengunjung maupun peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman.
Kapolda berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut berperan menjaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing.
“Diharapkan kepada seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan agar pengunjung dan peserta Grand Prix merasa nyaman,” pungkasnya.
Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Waroka, mengatakan persiapan pengamanan bersama Polda NTB, TNI, dan Pemerintah Provinsi NTB telah berjalan.
Menurut Troy, koordinasi bahkan telah dilakukan sejak logistik MotoGP mulai berdatangan ke kawasan Mandalika.
“Persiapan pengamanan bersama Polda, TNI dan Pemerintah Provinsi NTB sudah berjalan, bahkan mulai sejak logistik MotoGP mulai berdatangan,” ujar Troy.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP 2026, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai standar penyelenggaraan event internasional.
Simulasi pengamanan yang digelar hari ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian persiapan tersebut, sekaligus menguji kesiapan personel dan koordinasi antarinstansi menghadapi pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika.
Laporan: Jamiri
