Korem 162/Wira Bhakti Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026 Melalui Tactical Floor Game

Barsela24news.com

Mataram NTB -, Korem 162/Wira Bhakti mematangkan kesiapan pengamanan dan evakuasi dalam rangka mendukung penyelenggaraan Event MotoGP Tahun 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat melalui pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyatukan pola tindak, memperkuat koordinasi antar satuan, sekaligus menguji kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi selama pelaksanaan event internasional tersebut, Rabu (07/10/2026).

Dalam kegiatan yang dipimpin oleh Kasrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf I Made Alit Yudana, menyampaikan bahwa TFG bukan sekadar simulasi, melainkan sarana untuk memastikan seluruh unsur memahami tugas, tanggung jawab, jalur koordinasi dan prosedur yang harus dilaksanakan, baik dalam situasi normal maupun ketika menghadapi kondisi kontinjensi.

“TFG ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk menyatukan cara bertindak, menyamakan persepsi dan menguji kesiapan setiap unsur. Kita harus memastikan seluruh personel memahami tugasnya, mengetahui jalur koordinasi serta mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi perkembangan situasi di lapangan,” ujar Kasrem saat menyampaikan arahan Danrem 162/Wira Bhakti.

Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena melibatkan masyarakat, wisatawan, pembalap, official, tamu undangan, penyelenggara serta berbagai unsur pemerintahan dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menuntut kesiapan yang tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada kemampuan seluruh unsur dalam memberikan respons cepat terhadap setiap keadaan darurat.

“Keberhasilan pengamanan tidak boleh hanya bergantung pada jumlah dan kesiapan personel. Hal tersebut harus didukung perencanaan yang matang, koordinasi yang solid, komunikasi yang cepat serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat di lapangan,” tegasnya.

Dalam TFG tersebut, seluruh unsur diarahkan untuk memahami secara detail kondisi medan, jalur keluar-masuk, titik rawan, jalur evakuasi, titik kumpul, akses ambulans, jalur kendaraan pemadam kebakaran, rumah sakit rujukan serta lokasi yang menjadi prioritas pengamanan.

Hal tersebut dinilai penting agar setiap personel tidak mengalami keraguan ketika harus bertindak dalam kondisi darurat. Seluruh jalur dan mekanisme evakuasi harus dipahami sejak awal sehingga setiap unsur dapat bergerak secara cepat, terkoordinasi dan sesuai dengan tugas serta kewenangannya.

Selain itu, TFG juga membahas berbagai kemungkinan kontinjensi yang dapat terjadi selama penyelenggaraan event, di antaranya gempa bumi, tsunami, kebakaran, kecelakaan, kondisi medis massal, gangguan keamanan, kepanikan massa hingga situasi yang memerlukan pelaksanaan evakuasi terhadap VVIP, pembalap, official maupun penonton.

Setiap skenario dituntut memiliki pola tindak yang jelas, mulai dari unsur yang bertindak, mekanisme pelaporan, jalur penyampaian informasi, pengambilan keputusan hingga pola pergerakan seluruh unsur di lapangan.

Kasrem juga menekankan pentingnya menghindari ego sektoral dalam pelaksanaan tugas. Sinergi dan komunikasi antarsatuan harus menjadi kekuatan utama dalam menjamin keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan MotoGP.

“Tidak boleh ada ego sektoral. Bangun komunikasi dan koordinasi yang kuat. Utamakan keselamatan manusia, keamanan kegiatan dan kelancaran seluruh rangkaian Event MotoGP. Setiap personel harus mengetahui posisi, tugas dan batas kewenangannya serta mampu bergerak cepat ketika situasi berkembang di luar perkiraan,” ungkapnya.

Dalam aspek komunikasi, seluruh unsur juga diminta menggunakan sarana komunikasi secara efektif, singkat, jelas dan bertanggung jawab. Setiap informasi terkait perkembangan situasi harus dapat diterima secara cepat oleh unsur yang berwenang agar proses pengambilan keputusan tidak mengalami keterlambatan dan tidak menimbulkan perbedaan informasi di lapangan.

“Setiap detik sangat berarti dalam penanganan keadaan darurat. Karena itu, apabila dalam TFG masih ditemukan kelemahan, segera perbaiki. Jika terdapat tumpang tindih tugas, segera luruskan. Apabila masih ada jalur atau mekanisme yang belum jelas, pastikan kembali. Jangan sampai kekurangan baru ditemukan ketika situasi darurat benar-benar terjadi,” tegas Kasrem.

TFG juga menjadi ruang evaluasi bersama bagi seluruh peserta untuk menyampaikan masukan dan kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan tugas. Setiap unsur diharapkan aktif memberikan kontribusi sehingga berbagai kekurangan dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum pelaksanaan di lapangan.

Kegiatan tersebut diikuti PJU Korem 162/Wira Bhakti, Karoops Polda NTB, para Dandim se-Pulau Lombok, Dan/Ka Pa Balak Ajudam, Danlanud ZAM, Pasops Lanal Mataram, Dan/Ka Balakyanrem 162/Wira Bhakti, Kakorum Yonif 742/SWY, para kepala dinas serta unsur terkait lainnya.

Melalui pelaksanaan TFG, Korem 162/Wira Bhakti bersama seluruh unsur yang terlibat berkomitmen membangun kesiapan yang terpadu dalam menghadapi seluruh potensi situasi selama penyelenggaraan MotoGP 2026.

“Kita harus memiliki satu tekad dan satu komitmen bahwa Event MotoGP Tahun 2026 harus berlangsung aman, tertib, lancar dan sukses. Tunjukkan bahwa NTB memiliki kesiapan, profesionalisme dan kemampuan dalam mengamankan event internasional sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat dan tamu yang hadir,” pungkasnya.

Korem 162/Wira Bhakti menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, keberhasilan tugas merupakan kehormatan, sedangkan sinergi antar satuan menjadi kekuatan dalam mendukung terselenggaranya Event MotoGP Tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat secara aman dan lancar.

Laporan: Bagoes