Mataram NTB, 1 Oktober 2026 - Anggota DPR-RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.T., menyampaikan ucapan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat di Daerah Pemilihan NTB II (Lombok) dan seluruh insan pendidikan di tanah air.
Menurut legislator yang akrab disapa Lalu Ari ini, Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum yang sangat sakral bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal inilah bangsa Indonesia kembali mengingat dan mengenang jasa besar para Pahlawan Revolusi yang telah gugur mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara, sebagai ideologi pemersatu, dan sebagai benteng terakhir dari ancaman ideologi lain yang ingin menggantikan Pancasila pada peristiwa kelam G30S/PKI.
"Pancasila terbukti sakti. Dari dulu, sekarang, hingga nanti, Pancasila adalah harga mati. Di tengah gempuran globalisasi, disrupsi digital, dan berbagai tantangan ideologi transnasional, hanya Pancasila yang mampu menjadi payung besar yang menaungi semua suku, agama, ras, dan golongan. Tugas kita hari ini bukan hanya menghafal Pancasila, tapi mengamalkan Pancasila," ujar Lalu Hadrian Irfani dalam keterangan persnya di Mataram, Rabu (1/10/2026).
Pancasila Harus Hidup di Ruang Kelas
Sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kepemudaan dan Olahraga, Lalu Ari menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari ruang kelas, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Ia sangat prihatin melihat fenomena degradasi karakter di kalangan generasi muda, seperti maraknya bullying, intoleransi, dan lunturnya semangat gotong royong. Menurutnya, ini adalah tanda bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila harus diperkuat kembali, bukan hanya sebagai mata pelajaran, tapi sebagai budaya sekolah.
"Komisi X DPR RI berkomitmen penuh untuk terus mengawal agar pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi pelajaran hafalan, tetapi menjadi pendidikan karakter yang hidup. Kami mendorong Kurikulum yang berbasis Pancasila, guru-guru yang menjadi teladan Pancasila, dan lingkungan sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Jika karakter Pancasila kuat, maka bonus demografi Indonesia Emas 2045 akan benar-benar menjadi bonus, bukan menjadi bencana," tegas Ketua DPW PKB NTB tersebut.
Pendidikan Adalah Wujud Nyata Pengamalan Pancasila
Lalu Hadrian Irfani juga menghubungkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan perjuangannya di Komisi X untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pemerataan akses pendidikan, dan keadilan anggaran pendidikan.
Menurutnya, sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, belum akan terwujud jika masih ada anak-anak di pelosok NTB, di Sumbawa, di Bima, di Lombok, yang kesulitan mengakses pendidikan yang layak. Belum terwujud jika masih ada guru honorer dan P3K yang gajinya belum layak.
"Mengamalkan Pancasila artinya memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal pendidikannya hanya karena miskin. Mengamalkan Pancasila artinya memuliakan guru, karena guru adalah penjaga terdepan Pancasila di ruang-ruang kelas. Oleh karena itu, perjuangan kami di Komisi X untuk menaikkan gaji guru, mengangkat seluruh guru P3K paruh waktu menjadi penuh waktu di tahun 2027, dan memastikan program PIP, KIP Kuliah, dan beasiswa tepat sasaran, adalah bagian dari ikhtiar kami menjaga kesaktian Pancasila," jelasnya.
Ajakan Persatuan untuk NTB dan Indonesia
Di akhir rilis, Wakil Ketua Komisi X DPR RI asal Dapil NTB II Pulau Lombok ini mengajak seluruh masyarakat NTB untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk berpecah belah. Apalagi di tahun politik dan di tengah maraknya hoaks di media sosial.
Ia mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para Pahlawan Revolusi yang rela berkorban demi persatuan bangsa.
"Mari kita jadikan Pancasila sebagai rumah bersama yang nyaman bagi semua. Beda partai, beda pilihan, beda suku, itu biasa. Tapi kita tetap satu, Indonesia. Dari NTB untuk Indonesia, mari kita jaga Pancasila, kita jaga Indonesia," pungkas Lalu Ari.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026. Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas. (BR)
