Aceh Utara | Persoalan kebersihan lingkungan kerap terlihat sederhana, namun dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Sampah yang tidak segera terangkut bukan hanya mengganggu keindahan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kesehatan, kenyamanan, serta kualitas lingkungan.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Aceh Utara.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PIM menyerahkan satu unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Penyerahan berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara, Jumat, 2/10/2026.
Bantuan tersebut diserahkan Sekretaris Perusahaan PT PIM, Syahrul Kamal, yang mewakili manajemen perusahaan, dan diterima Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dayan Albar, S.Sos., M.AP.
Armada berupa truk Hino Dutro 136 HDX tersebut diharapkan menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, khususnya di wilayah Dewantara.
Dengan daya angkut sekitar 5–7 ton dan kapasitas bak sekitar 6–8 meter kubik, keberadaan armada baru ini diharapkan dapat meningkatkan ritase pengangkutan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kebersihan.
Bagi pemerintah daerah, satu unit armada mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah keterbatasan kendaraan operasional, tambahan armada memiliki arti penting. Semakin optimal sampah diangkut, semakin kecil pula potensi terjadinya penumpukan di lingkungan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PIM, Syahrul Kamal, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan sekaligus dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di wilayah Dewantara.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, bebas dari sampah serta memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Syahrul.
Menurutnya, PIM akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar berbagai program sosial perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“PIM akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah sehingga bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan,” katanya.
Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program TJSL tidak hanya berkaitan dengan penyerahan sarana, tetapi juga bagaimana fasilitas yang diberikan dapat mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Sekda Aceh Utara Dayan Albar menyampaikan apresiasi kepada PIM atas dukungan tersebut. Menurutnya, tambahan armada sangat dibutuhkan mengingat kendaraan operasional pengangkutan sampah yang dimiliki pemerintah daerah masih terbatas.
“Bantuan armada ini sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan armada yang dimiliki. Dengan adanya tambahan truk baru ini diharapkan bisa meningkatkan ritase pengangkutan sampah lebih optimal dan mengurangi terjadinya penumpukan sampah yang tidak terangkut,” kata Dayan.
Ia berharap armada tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pelayanan kebersihan kepada masyarakat.
Dayan juga menyampaikan bahwa hubungan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan PIM selama ini telah terjalin dengan baik. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Lebih dari sekadar kendaraan operasional, bantuan tersebut membawa pesan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Pemerintah daerah membutuhkan dukungan sarana dan prasarana. Dunia usaha memiliki ruang untuk berkontribusi melalui program TJSL, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan serta tidak membuang sampah sembarangan.
Karena itu, nilai bantuan tersebut tidak berhenti pada seremoni penyerahan. Manfaat sesungguhnya akan terlihat ketika armada itu mulai bergerak dari satu kawasan ke kawasan lainnya, mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat dan membantu menciptakan ruang hidup yang lebih bersih dan nyaman.
Pada akhirnya, menjaga kebersihan bukan hanya tentang seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan kebiasaan hidup bersih secara bersama-sama.
Dari sebuah truk pengangkut sampah, kepedulian terhadap lingkungan dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan masyarakat setiap hari.(alman)
