Aceh Selatan - Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Aceh Selatan bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) daerah setempat dan Aceh Australian Alumni (AAA) melaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan bagi siswa secara daring (webinar).
Sebanyak 1.000 lebih siswa Aceh Selatan dari 27 sekolah terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan kepemimpinan dan komunikasi bertajuk “CEO OF ME" (Berani Punya Opini di Dunia yang Berisik) pada Rabu (28/1/2026).
Kacabdisdik Wilayah Aceh Selatan, Annadwi SPd MM menyampaikan, bahwa ia memberikan dukungan instruksional langsung dengan mengimbau seluruh kepala sekolah di wilayah kerjanya untuk menyertakan para siswa dalam agenda penting ini.
Annadwi menyatakan, harapannya agar peserta yang hadir hari ini mampu tumbuh menjadi generasi emas yang memiliki jiwa kepemimpinan kuat untuk masa depan Aceh.
Katanya, sinergi ini bermula dari inisiasi Rizal SPd MTESOL, seorang guru berprestasi sekaligus Ketua IGI Daerah Aceh Selatan yang juga merupakan anggota aktif AAA.
"Dukungan datang dari Ketua Umum AAA, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT. Ia juga memberikan sambutan hangat dan menekankan pentingnya bagi pelajar Aceh untuk memiliki wawasan global namun tetap berakar pada karakter kepemimpinan lokal yang kokoh," ujar Annadwi.
Narasumber Frida Pigny SIP MCom, seorang transformation educator yang juga anggota AAA dan pendiri SuperSchool.ing menyampaikan materi berbasis kurasi (metode exellent dan workbook eksklusif).
Frida membawa pendekatan unik melalui axellent method yang mengintegrasikan empat elemen inti belajar, yaitu reading, writing, speaking, dan active listening.
Dalam penyampaiannya, para siswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga dibekali dengan interactive workbook yang dikurasi secara khusus berdasarkan kebutuhan nyata sekolah-sekolah di Aceh Selatan.
Lebih lanjut dikatakannya, workbook ini dirancang agar siswa dapat memetakan potensi diri, melatih keberanian beropini, dan membangun kepercayaan diri secara praktis.
"Tujuannya satu, agar siswa kita tidak hanya menjadi pengikut atau gema dari suara orang lain, tapi berani memiliki suara asli yang bisa memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain," ujar Frida.
Dijelaskannya, meskipun acara ditargetkan selesai pada pukul 12.00 WIB, namun antusiasme peserta yang luar biasa dan banyaknya pertanyaan yang masuk membuat sesi diskusi terus berlanjut hingga pukul 13.00 WIB.
Bahkan, pelatihan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak termasuk dari siswa itu sendiri.
Salah seorang peserta dari siswa mengatakan, materi hari ini benar-benar membuka mata kami.
"Selama ini saya takut bicara di depan umum, tapi setelah mencoba workbook dan mendengar penjelasan dari narasumber, membuat sadar bahwa saya adalah CEO bagi diri saya sendiri. Saya harus berani bersuara," ucap siswa tersebut.
Tak hanya siswa, para pendidik pun merasa terbantu dengan adanya materi yang sangat relevan dengan tantangan zaman digital saat ini.
"Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini. Metode yang dibawakan sangat segar dan praktis untuk diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun karakter yang tidak mudah terpengaruh tren negatif," ungkap salah seorang pendidik.
Frida kembali menuturkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara birokrasi pendidikan, organisasi profesi guru, dan komunitas alumni luar negeri dapat menciptakan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Aceh, khususnya di wilayah "Negeri Tuan Tapa dan penghasil Pala ini."
Diharapkannya, semangat "CEO of Me" ini terus bergulir di sekolah-sekolah, agar menciptakan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki nyali untuk memberikan opini positif di tengah bisingnya dunia modern dan maraknya tren luar yang tidak sesuai.(*)
