Foto : Menu MBG Yayasan Permata Harapan Madani yang di bagikan untuk tiga hari kedepan, Kamis, jum'at, sabtu
Aceh Selatan – Sejumlah orang tua murid di Kecamatan Kluet Utara mengaku kecewa terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh Yayasan Permata Harapan Madani yang berdomisili di Gampong Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Program yang seharusnya membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar kelayakan dan jauh dari harapan masyarakat.
Kekecewaan itu disampaikan para wali murid setelah beberapa kali menerima laporan dari anak-anak mereka terkait kualitas dan porsi makanan yang dibagikan. Menu yang diberikan disebut-sebut kurang bervariasi, porsi tidak mencukupi, serta minim kandungan protein dan sayuran.
“Kalau memang ini program makan bergizi, seharusnya sesuai dengan namanya. Anak-anak kami butuh asupan yang layak, bukan sekadar kenyang,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada media barsela24mews.com, Kamis 26/02/2026.
Menurut para orang tua, beberapa menu yang diterima anak-anak di bulan Ramadhan ini, hanya berupa pisang satu, roti tawar satu, susu saset satu, telor ayam satu. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para orang tua terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka, padahal kita semua tahu jumlah anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk satu porsi Rp. 15.000, tapi giliran sampai untuk anak anak paling gak sampai sepuluh ribu pun ucapnya dengan kecewa.
Sejumlah wali murid juga membandingkan dengan informasi standar menu MBG yang beredar di berbagai daerah, yang umumnya terdiri dari nasi, lauk berprotein seperti ayam atau ikan, sayur, serta buah sebagai pelengkap gizi. Namun kenyataannya, mereka menilai menu yang diberikan oleh pihak yayasan tidak memenuhi komposisi tersebut.
“Kami bukan tidak bersyukur, tapi kalau program ini menggunakan anggaran tertentu, seharusnya dikelola dengan baik dan transparan. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” tambah wali murid lainnya.
Selain soal kualitas, transparansi pengelolaan program juga menjadi sorotan. Orang tua berharap pihak yayasan dapat menjelaskan secara terbuka terkait anggaran, standar menu, serta mekanisme pengawasan program MBG tersebut. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh agar tujuan program benar-benar tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Permata Harapan Madani belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para wali murid. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan melalui pesan whatsapp guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak pengelola.
Masyarakat berharap instansi terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten dapat turun tangan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Kluet Utara. Pasalnya, program tersebut menyangkut kebutuhan dasar anak-anak sekolah yang menjadi generasi penerus daerah.
Para orang tua menegaskan, mereka tidak bermaksud memojokkan pihak manapun, namun hanya ingin memastikan bahwa hak anak-anak untuk mendapatkan makanan bergizi benar-benar terpenuhi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Laporan : Hartini

