Lombok Timur, NTB – Indonesia bukan hanya kaya akan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan berbagai tempat wisata yang mengedukasi pengunjung tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui wisata edukasi konservasi, anak-anak dan keluarga dapat belajar langsung mengenai ekosistem, flora-fauna endemik, hingga pengelolaan sampah dan energi terbarukan.
Kawasan wisata edukasi Otak Aik Loang Gali menjadi tuan rumah kunjungan resmi dari beberapa tokoh penting dalam pengembangan pembangunan desa dan profesi nasional. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Muksalmina Asgara, bersama Koordinator Lembaga Studi Profesi Indonesia (LSPI) Ahmad S. Amd yang didampingi Cut, S. R. Putri, mengunjungi destinasi wisata yang berlokasi di Desa Toya ini. Selasa (27/1/2026)
Kunjungan tersebut langsung disambut dengan hangat oleh Owner wisata Otak Aik H. Roni Romansyah, S.Hut, serta Fajri sebagai Pengawas Wisata Loang Gali. Kedatangan delegasi ini menjadi bukti bahwa potensi wisata edukasi berbasis desa mulai mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak terkait.
Wisata edukasi Otak Aik Loang Gali sendiri merupakan salah satu destinasi yang mengedepankan nilai-nilai pembelajaran serta pelestarian sumber daya alam lokal, yang sejalan dengan tujuan Apdesi dalam mendukung penguatan kapasitas desa dan pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Sementara itu, kehadiran perwakilan LSPI juga menunjukkan perhatian terhadap pengembangan profesi di sektor pariwisata desa.
"Kami sangat senang dapat menerima kunjungan dari Sekjen Apdesi dan Koordinator LSPI. Harapan kami, kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dalam mengembangkan wisata edukasi ini menjadi contoh terbaik di tingkat daerah," ujar H. Roni Romansyah.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Apdesi Muksalmina Asgara menyampaikan pandangannya mengenai potensi wisata desa di Indonesia. "Otak Aik Loang Gali adalah bukti nyata bahwa desa memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya menguntungkan ekonomi, tetapi juga memberikan edukasi bagi pengunjung. Melalui Apdesi, kami siap memberikan dukungan dalam hal penguatan kapasitas perangkat desa dan penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan wisata berbasis komunitas," ujarnya.
Ia menambahkan, "Pengembangan wisata desa perlu menjadi prioritas karena dapat menyerap tenaga kerja lokal dan menjaga keaslian budaya serta lingkungan alam. Kami berharap model yang diterapkan di sini dapat ditiru oleh desa-desa lain di seluruh Indonesia."
Sementara itu, Koordinator LSPI Ahmad S. Amd, menyoroti pentingnya profesionalisme dalam mengelola wisata edukasi. "LSPI melihat bahwa sektor pariwisata desa membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Kunjungan kami kali ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana standar profesi dapat diterapkan di sini, sehingga wisata edukasi ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan karir bagi masyarakat lokal," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana kerja sama, "Kami berencana untuk bekerja sama dengan pihak wisata dalam menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi profesi bagi pengelola dan pemandu wisata. Hal ini akan meningkatkan daya saing destinasi wisata ini dan memberikan keamanan serta kepuasan bagi pengunjung." Tutupnya
Laporan: Bagoes
