Mataram, NTB - Tokoh pemuda Sumbawa, Hasdianto, yang akrab disapa Bang Doni, turut menyesalkan beredarnya surat permintaan sumbangan yang ditujukan kepada pihak swasta oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB.
Menurut Bang Doni, langkah tersebut menunjukkan kekeliruan serius dalam tata kelola pemerintahan, terutama dalam penanganan bencana yang seharusnya sepenuhnya dibiayai oleh negara melalui anggaran resmi.
“Ini sangat kami sayangkan. Pemerintah seharusnya hadir dengan anggaran negara, bukan justru melempar tanggung jawab ke pihak swasta melalui surat permintaan sumbangan,” tegas Bang Doni.
Ia menilai, praktik semacam itu berpotensi menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat serta membuka ruang multitafsir yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Kalau sudah ada anggaran bencana, seperti BTT, maka gunakan itu secara maksimal dan transparan. Jangan sampai muncul kesan pemerintah kebingungan atau, lebih buruk lagi, ada yang sengaja bermain di balik situasi darurat,” lanjutnya.
Bang Doni juga mengingatkan agar musibah bencana tidak dijadikan alat pencitraan maupun celah untuk kepentingan tertentu.
“Bencana adalah duka rakyat. Jangan dijadikan momentum untuk manuver kebijakan yang tidak sehat. Rakyat butuh tindakan nyata, bukan surat edaran,” pungkasnya.
