Mataram, 25/02/2026 - Secara teori, Impor Mobil Pick Up India tentu akan mengganggu pengembangan Industri Dalam Negeri. Kalau industri dalam negeri atau industri lokal kita nggak kuat, maka ekonomi kita akan selalu rentan terhadap gejolak eksternal.
Dengan impor model begini, maka industrialisasi akan susah untuk di wujudkan. Dengan kata lain, mestinya Impor Mobil Impor seperti ini SEBAIKNYA TIDAK DI LAKUKAN karena dari sisi Inovasi dan Kemampuan Teknologi, Industri Nasional kita lebih dari MAMPU untuk memproduksi produk seperti produk India ini.
Tapi kalau Impor ke India ini adalah Cara Presiden Prabowo untuk menghadirkan SHOCK THERAPY kepada KADIN dan Pelaku Industri kita bahwa kalau India sudah mampu bikin mobil Pick UP begini dengan harga yang lebih murah dan terjangkau, kenapa kita Nggak bisa dan nggak mau?
Saya membayangkan Pak Presiden Prabowo dengan Impor Mobil India ini jadi punya alasan untuk memerintahkan PT PINDAD misalnya untuk bikin Produksi serupa atau sekelas untuk jadi kendaraan di seluruh instansi-instansi pemerintah kita, di dinas-dinas di seluruh Pemda pasti jadi menarik ini.
Di negara berkembang seperti negara kita ini, kadang BUTUH SHOCK THERAPHY utk MAU BERUBAH...kalau nggak ya business as usual saja. (BR)
