Abdya - Melihat rekam jejak Aceh Barat Daya setelah mekar dari Kabupaten Induk Aceh Selatan pada Tahun 2002 setidaknya sudah pernah hadir Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kabupaten yang berjulukan Sigupai tersebut.
Sebut saja sebelumnya di Abdya pernah ada Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri vokasional di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. AKN ini hadir di masa Pemerintahan Bupati Defenitif ke 2 Abdya.
Selain itu pantauan Pengamat Kebijakan Publik, Muhammad Mairiska Putra dulunya juga pernah hadir di Abdya beberapa perguruan tinggi Swasta lain seperti yang bergerak di bidang kesehatan dan lain sebagainya yang hadir sejak Pejabat Bupati hingga Bupati Defenitif 1 Abdya paska mekar.
Namun hingga kini di Abdya hanya tinggal STKIP dan STIT yang berstatus Perguruan Tinggi Swasta milik Persyarikatan Muhammadiyah. Sementara yang lainnya baik PTN maupun PTS lain sudah tidak ada lagi di Abdya.
"Kami melihat sosok Bupati Abdya periode 2025 s/d 2030 selain politisi ia juga sosok akademisi yang bergelar Doktor dan tentu bercita-cita membawa arah baru Abdya menuju kebangkitan di Dunia pendidikan," jelas Putra.
Oleh karena itu, publik lambat Laun menuntun Bupati untuk segera berkolaborasi dengan pihak terkait untuk menghadirkan kembali PTN atau PTS ke Abdya.
"Tidak berlebihan jika Publik menaruh harapan agar Pemkab untuk segera berkolaborasi dengan pihak PTN maupun PTS agar membangun dunia pendidikan Abdya," lanjutnya.
Lebih lanjut Putra menjelaskan perihal RTRW Abdya (Rencana Tata Rencana Wilayah) pun sebelumnya pemerintah sudah membuat zonasi wilayah pendidikan Abdya di Desa Padang Meurante, Susoh.
"Nah jika Bupati berhasil menarik perhatian pihak PTN atau PTS opsi lokasi sudah ada tinggal saja bagaimana perhatian Pemkab untuk membantu percepatan tersebut," papar Putra.
Apalagi kabarnya di Desa Zonasi Pendidikan Abdya menurut RTRW tersebut Pemkab masih sekian luas tanah yang siap di pinjam pakaikan kepada pihak-pihak yang berminat.
"Kabarnya sih pemerintah masih memiliki luasan tanah di sana jika pun kurang pemerintah masih bisa melakukan pembebasan lahan untuk terwujudnya PTN dan PTS disana, dengan hadirnya Perguruan Tinggi maka ekonomi semakin bertumbuh baik," tutup Putra.
Laporan : Redaksi

