Kadisdik Aceh Murthalamuddin Diminta Betul-betul Perhatikan Dunia Pendidikan

Barsela24news.com


Abdya - Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP fokus dan betul-betul memperhatikan dunia pendidikan agar lebih berkualitas dan maju.


Hal tersebut disampaikan Ketua KoBar-GB Abdya, Rusli usai shalat Tarawih di Pemerintah Aceh, Jumat (27/2/2026).


Menurut Rusli, Tenaga Kependidikan  bersandar harapan penuh kepada bapak Kadisdik Aceh Dinitif Murthalamuddin, S.Pd., MSP agar memperhatikan dunia pendidikan, baik kualitas maupun kuantitas. 


"Berikan kewenangan dan tanggung jawab kepada pihak-pihak yang berkompetensi sesuai skil dan terapan pendidikan masing-masing," ungkapnya.


Rusli S.Pd yang akrab sapaan Iliek Panto mengatakan tahu persis sosok 

Murthalamuddin, S.Pd., MSP yang notabennya dari garis dunia pendidikan. Artinya apa yang disampaikan tersebut sama sekali tidak salah alamat dan kepada orang yang tepat. 


"Ini merupakan keinginan dan permintaan masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan," ujarnya.


Ia menyebut Keyakinan tersebut berdasarkan visi-misi serta program Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih yang disampaikan saat Pilkada Tahun 2024. Dimana sektor Pendidikan Aceh sering kali disebut akan menjadi salah satu perioritas dalam kepimpinan Muzakir-Manaf untuk periode ini.


"Jangan ada lagi Pembayaran Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) atau Tunjangan Cuma-Cuma (TC) guru, dan honor guru honorer tidak tepat waktu. Konteks ini bisa membuat kalangan PNS dan non PNS mengeluh. Akibat lambatnya penyaluran jerih payah mereka," imbuhnya.


Hendaknya, kata dia, dimasa kepemimpinan Murthalamuddin, S.Pd., MSP terjadi perubahan yang signifikan, sesuai harapan masyarakat, khususnya kalangan tenaga kependidikan. 


“Dinas Pendidikan Aceh harus benar-benar memperjuangkan nasib guru dan mengikuti petunjuk Bapak Gubernur Aceh bulan Juli yang lalu pernah menyampaikan, jika Pendidikan adalah jantung dari perubahan. Di balik pendidikan yang baik, ada pengawasan yang kuat dan pembinaan yang berkelanjutan,” mengulang isi pidato Muzakir Manaf agar tidak terkesan melenceng dari prosedural,” tutupnya.


Laporan : Zamroni