Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya menyelenggarakan kegiatan Temu Karya Sinkronisasi Implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) bekerja sama dengan Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala (USK).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Nagan Raya, DR. TR. Keumangan, S.H., M.H., di Gedung Program Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (28/2/2026).
Temu karya tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan RPJM serta melakukan sinkronisasi program dan kegiatan guna mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan ini melibatkan akademisi USK, instansi Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, serta unsur Pemerintah Aceh.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Econ.; Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si.; serta Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc.
Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya atau yang akrab disapa TRK menyampaikan bahwa temu karya ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat strategi dan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong percepatan peningkatan produktivitas sumber daya ekonomi potensial di Kabupaten Nagan Raya.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memastikan program pembangunan di Nagan Raya dirancang secara spesifik dan sistematis. Melalui sinkronisasi ini, kita ingin memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah kebijakan yang terukur,” ujar Bupati TRK.
Ia menegaskan, Pemkab Nagan Raya akan terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan melalui optimalisasi sumber daya, disertai dengan penguatan akuntabilitas dan transparansi.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala atas dukungan dan kerja sama ini. Ini merupakan komitmen kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif USK yang juga Staf Khusus Bupati Nagan Raya, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, S.E., M.S., menegaskan pentingnya penyelarasan program dan kegiatan lintas perangkat daerah agar RPJM Nagan Raya tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terimplementasi secara optimal.
“Sinkronisasi ini memastikan RPJM Nagan Raya diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur, holistik, integratif, dan berkelanjutan," ucapnya.
Hal ini, lanjutnya sejalan dengan harapan Bupati agar setiap perangkat bergerak pada garis yang sama: produktivitas ekonomi meningkat, layanan publik membaik, dan pembangunan berkelanjutan berjalan nyata.
Kepala Bappeda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si., yang mewakili Pemerintah Aceh, turut menyampaikan sambutan dan materi mengenai urgensi sinkronisasi program pembangunan dengan RPJM pada berbagai tingkatan dan unit kerja pemerintahan.
“Kami berharap Pemkab Nagan Raya mampu menjalankan RPJM secara optimal dan terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah,” kata Zulkifli.
Sementara itu, Prof. Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Econ., memaparkan urgensi sinkronisasi RPJM guna memastikan konsistensi antara visi kepala daerah, prioritas pembangunan, serta kapasitas fiskal daerah.
“RPJM yang baik harus sinkron antara prioritas, program, indikator, dan kapasitas pendanaan. Tanpa sinkronisasi, program akan berjalan parsial, tumpang tindih, dan dampaknya tidak optimal. Forum ini penting untuk merapikan logika pembangunan dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan isu kemandirian fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, menurutnya, perlu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru, termasuk melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, S.E., M.Sc. menambahkan bahwa forum sinkronisasi ini dirancang sebagai ruang dialog substantif antara unsur pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan strategis lainnya.
"Selain paparan mengenai urgensi sinkronisasi RPJM, agenda kegiatan juga mencakup penyampaian visi dan misi kepala daerah serta arah pembangunan berbasis RPJM, termasuk sektor infrastruktur, penataan ruang (RTRW), dan solusi kemandirian keuangan daerah," paparnya.
Temu karya ini dihadiri berbagai unsur perangkat daerah Kabupaten Nagan Raya, antara lain Staf Ahli Bupati, Kepala BKPSDM, Kepala BPKD, serta kepala OPD terkait sektor pangan, pertanian dan peternakan, perhubungan, komunikasi dan informatika, tenaga kerja, pariwisata, perumahan dan permukiman, kesatuan bangsa dan politik, hingga Sekretariat DPRK.
Laporan : Sukma Afrizal

