Digigit 3 Ekor Anjing Liar, Siswa Sd Kelas 4 Di Sakra Selatan Alami Luka Di Seluruh Tubuh

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB– Sebuah peristiwa yang memilukan menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berusia 11 tahun di Dusun Batu Son, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Anak bernama M. Muzawir Hawari tersebut harus mengalami luka-luka di sekujur tubuh setelah diserang dan digigit oleh gerombolan anjing liar saat sedang bermain bersama teman-temannya pada hari Senin, (20/4/2026) 
 
Kejadian ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Tidak lama setelah menerima laporan, Kapolsek Sakra, IPTU I Nyoman Astika, SH, langsung turun ke lapangan didampingi oleh petugas Unit Intelijen Keamanan (IK) dan Bhabinkamtibmas Desa Sakra Selatan, Aipda Selamet Riadi. Tim kepolisian melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus menjenguk kondisi korban di Puskesmas setempat. Kegiatan pemantauan berlangsung mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai dalam keadaan aman dan lancar.
 
Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi mata, peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA. Saat itu, Muzawir sedang asyik bermain bola bersama teman-temannya di halaman dekat rumahnya.
 
Di tengah keseruan bermain, anak-anak tersebut melihat sekelompok anjing liar sedang mengejar ayam milik warga. Karena merasa terganggu dan khawatir hewan ternak warga diserang, mereka berinisiatif untuk menghalau anjing-anjing tersebut agar menjauh.
 
Namun, tindakan itu justru memancing kemarahan gerombolan anjing yang diperkirakan sedang dalam keadaan lapar. Alih-alih lari, anjing-anjing itu berbalik arah dan mengejar anak-anak yang menghalau mereka. Teman-teman Muzawir sempat berlari menyelamatkan diri, namun karena posisinya berada di paling belakang, Muzawir tidak sempat menghindar. Akibatnya, ia diserang oleh sekitar 3 ekor anjing liar secara bersamaan.
 
Serangan ganas tersebut menyebabkan luka gigitan di beberapa bagian tubuh korban, mulai dari kaki, paha, tangan, hingga punggung. Mendengar jeritan kesakitan korban, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi, di antaranya Ida, Patmah, dan Liza, segera berdatangan untuk menolong dan memisahkan korban dari anjing-anjing tersebut.
 
Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari warga, korban segera dilarikan ke Puskesmas Lepak, Kecamatan Sakra Timur, sekitar pukul 11.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
 
Petugas medis di Puskesmas telah memberikan tindakan berupa pemberian vaksinasi dan antibiotik guna mencegah terjadinya infeksi yang berbahaya akibat gigitan hewan. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Lepak, dan berdasarkan keterangan petugas kesehatan, kondisi korban sudah mulai menunjukkan perbaikan yang signifikan.
 
Untuk memastikan kejadian ini ditangani dengan baik, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, antara lain:
1. Melakukan pengecekan langsung di TKP untuk mengetahui kondisi lapangan
2. Menjenguk dan memantau kondisi kesehatan korban di Puskesmas
3. Mengumpulkan keterangan lengkap dari korban dan saksi-saksi untuk keperluan laporan
4. Mencatat peristiwa ini sebagai bahan pertimbangan untuk langkah antisipasi ke depannya
 
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, diduga anjing-anjing tersebut menyerang karena dalam keadaan sangat lapar, terlihat dari perilaku mereka yang sebelumnya sempat mengejar ayam warga untuk dimangsa.
 
Menyusul kejadian ini, Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menyampaikan himbauan resmi kepada seluruh masyarakat Lombok Timur, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan anjing liar di lingkungan pemukiman.
 
"Kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa anak kita ini. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh warga, terutama para orang tua, untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anak dan berhati-hati saat berada di luar rumah," tegas IPTU Lalu Rusmaladi.
 
Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan dalam himbauan kasi humas :
- Ingatkan anak-anak untuk tidak mendekati, mengganggu, atau bahkan memberi makan anjing liar yang berkeliaran
- Jika bertemu dengan anjing liar yang terlihat agresif, tetap tenang, jangan lari atau berteriak, serta mundur perlahan tanpa menatap mata hewan tersebut
- Bagi pemilik hewan peliharaan, diharapkan untuk tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas tanpa pengawasan agar tidak membahayakan orang lain
- Masyarakat diminta untuk segera melaporkan keberadaan anjing liar yang berbahaya kepada aparat desa atau pihak kepolisian terdekat
 
IPTU Lalu Rusmaladi juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam. Polres Lombok Timur akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan lintas sektor untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk penertiban terhadap hewan-hewan liar yang berkeliaran di pemukiman warga demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama.
 
"Keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama seluruh warga masyarakat," Tutupnya
 
Laporan : Bagoes