Barsela24news | Lombok Timur - Pasca peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Pringgabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lombok Timur menyuarakan tuntutan tegas kepada Bupati Lombok Timur untuk segera mengembalikan Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) yang siaga dan menetap di Kecamatan Pringgabaya.
Kebakaran yang menghanguskan Ratusan lapak pedagang tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memperlihatkan lemahnya respons cepat pemerintah di tingkat kecamatan.
IMM menilai, ketiadaan pimpinan wilayah yang standby di lokasi menjadi salah satu faktor lambannya penanganan dan koordinasi saat bencana terjadi"Tegas Yandis Pemuda Asal Pringgabaya .
IMM menyampaikan bahwa kehadiran Camat dan Sekcam yang selalu siaga di wilayah sangat penting, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran, banjir, maupun konflik sosial yang berpotensi meluas"Ujarnay
“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah di tengah situasi krisis. Camat dan Sekcam harusnya berada di garda terdepan, bukan justru jauh dari masyarakat saat kondisi genting,” Kan Bencana ini tidak menunguu mereka datang dari arah selong bari Terjadi Musibah ini.
IMM juga menekankan bahwa Pringgabaya merupakan wilayah strategis yang memiliki potensi kerawanan bencana dan dinamika sosial yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan wilayah yang responsif, cepat tanggap, dan selalu hadir di tengah masyarakat.
Selain itu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan bencana di tingkat kecamatan, termasuk kesiapan aparatur, koordinasi lintas sektor, serta ketersediaan sarana dan prasarana darurat.
“Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi soal keselamatan dan perlindungan masyarakat. Pemerintah harus memastikan bahwa ketika terjadi bencana, ada pemimpin yang bisa langsung mengambil keputusan di lapangan,” lanjutnya.
IMM berharap tuntutan ini segera direspons oleh Bupati Lombok Timur sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik dan perlindungan masyarakat. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah.
Laporan : TIM
