Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Soroti Keadilan Pajak Kendaraan Bermotor

Barsela24news.com
Ketua Pemuda Pancasila NTB, Eddy Sophiaan. Foto: (Ist)

Mataram, 3 April 2026 - Pemuda Pancasila NTB menyoroti terkait pajak kendaraan bermotor yang dianggap tidak adil. Ketua Pemuda Pancasila NTB, Eddy Sophiaan, mencontohkan kasus Fortuner 2011 yang harga jual secondnya Rp 200 juta, namun pajak tetap Rp 7 juta. "Ini tidak adil! Pajak harus dihitung berdasarkan harga pasar, bukan harga lama yang sudah tidak relevan," tegasnya.

Eddy menjelaskan bahwa masyarakat NTB sudah cukup terbebani dengan pajak yang tinggi, sehingga Bapenda harus lebih transparan dan adil dalam menghitung pajak. "Kami tidak ingin masyarakat NTB merasa diperas oleh sistem pajak yang tidak adil," tambahnya.

Bapenda NTB telah memiliki beberapa program diskon pajak kendaraan bermotor, seperti diskon 25% untuk Wajib Pajak Taat dan diskon 25% untuk Tunggakan PKB 2021-2024. Namun, Pemuda Pancasila NTB masih menanti keadilan pajak yang lebih transparan dan adil. "Kami berharap Bapenda NTB dapat memperbarui NJKB setiap tahun agar pajak yang dibayarkan sesuai dengan harga pasar," kata Eddy.

Berikut adalah aturan pajak kendaraan bermotor di NTB:

- Tarif pajak kendaraan bermotor: 1,025% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): 9% dari NJKB
- Pajak Alat Berat (PAB): 0,2% dari NJKB
- Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB): 5% dari harga jual bahan bakar

Pembayaran pajak dapat dilakukan secara online melalui E-Samsat NTB, SMS Gateway, atau ATM Bank NTB. Pastikan Anda memiliki dokumen yang diperlukan, seperti STNK asli, KTP asli, dan formulir pembayaran pajak.

Pemuda Pancasila NTB berharap agar Bapenda NTB segera mengambil tindakan untuk memperbaiki sistem pajak yang dianggap tidak adil. "Kami akan terus kawal isu ini sampai masyarakat NTB mendapatkan keadilan pajak," tutup Eddy. Masyarakat NTB juga diharapkan untuk terus memantau dan melaporkan jika ada ketidakadilan dalam sistem pajak.

Dalam kesempatan ini, Eddy juga mengajak masyarakat NTB untuk bersama-sama memperjuangkan keadilan pajak. "Kami tidak bisa melakukan ini sendirian, kami butuh dukungan dari masyarakat NTB untuk memperjuangkan keadilan pajak," katanya.

Pemuda Pancasila NTB juga akan terus memantau dan mengawal isu pajak kendaraan bermotor ini hingga mendapatkan keadilan yang diharapkan. "Kami akan terus berjuang untuk masyarakat NTB," tutup Eddy.

Masyarakat NTB dapat mengikuti perkembangan isu pajak kendaraan bermotor ini melalui media sosial Pemuda Pancasila NTB. (BR)
Tags