Mataram, April 2026 — PW SEMMI NTB secara tegas menolak rencana perpanjangan izin ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Ketua PW SEMMI NTB, Rizal, menilai kebijakan tersebut tidak menyelesaikan persoalan mendasar ekonomi daerah dan justru memperkuat ketergantungan pada sektor tambang.
Menurutnya, kondisi ekonomi NTB selama ini sangat fluktuatif karena bergantung pada ekspor tambang. Saat ekspor meningkat, pertumbuhan ekonomi melonjak, namun ketika menurun, ekonomi daerah ikut melemah.
“Ini menunjukkan struktur ekonomi NTB tidak kuat dan tidak berkelanjutan,” tegas Rizal.
Ia juga menyoroti bahwa kontribusi besar sektor tambang tidak sebanding dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sebagai wilayah tambang, pembangunan dinilai belum merata dan masih menyisakan ketimpangan.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor tambang dinilai minim menyerap tenaga kerja lokal karena bersifat padat modal dan membutuhkan keahlian khusus. Banyak posisi strategis masih diisi tenaga kerja dari luar daerah.
Selain itu, PW SEMMI NTB mengkritik belum optimalnya operasional smelter yang seharusnya menjadi kunci hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di daerah.
Atas dasar itu, PW SEMMI NTB menolak perpanjangan izin ekspor tanpa evaluasi menyeluruh, serta mendesak pemerintah untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan serapan tenaga kerja lokal, dan memastikan pembangunan yang lebih merata.
“Jangan sampai sumber daya alam NTB terus dieksploitasi, tetapi masyarakat lokal hanya menjadi penonton,” tutup Rizal. (Tim)
