Polsek Sakra Olah TKP Penemuan Jenazah Pemuda di Kamar, Diduga Meninggal Akibat Gantung Diri

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Polsek Sakra dibantu Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Lombok Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait ditemukannya seorang pemuda berinisial O.A (23 tahun) yang meninggal dunia di kediamannya, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Korban merupakan warga Dusun Montong Beliak, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.
 
Kejadian bermula ketika ayah kandung korban yang berinisial M merasa curiga karena sejak malam Minggu, anaknya tidak terlihat keluar dari kamar. Kecurigaan semakin kuat karena dari balik pintu kamar tercium bau yang tidak sedap. Pihak keluarga pun meminta bantuan warga sekitar untuk membuka paksa pintu kamar yang terkunci dari dalam. Saat pintu berhasil dibuka, pemandangan memilukan terlihat, di mana korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dengan posisi tergantung pada ventilasi jendela kamar menggunakan tali kermantel.
 
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sakra segera bergerak ke lokasi didampingi personel Reskrim, SPKT, Tim Inafis Polres Lombok Timur, serta petugas medis dari Puskesmas Sakra guna melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka bekas penganiayaan pada tubuh korban. Tim medis juga memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan oleh keluarga.
 
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Rusmaladi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil sementara pemeriksaan di lokasi dan keterangan saksi, indikasi awal mengarah pada dugaan korban meninggal akibat tindakan mengakhiri hidupnya sendiri atau gantung diri. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian serta menelusuri latar belakang kejadian.
 
“Hasil sementara olah TKP mengarah pada dugaan meninggal akibat gantung diri. Namun kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan fakta di balik kejadian ini,” ungkap Iptu Rusmaladi.
 
Sementara itu, pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah besar. Keluarga juga telah menyatakan sikap secara tertulis untuk menolak jenazah korban diautopsi. Berdasarkan keinginan keluarga dan hasil pemeriksaan awal yang tidak mengarah pada unsur pidana, jenazah korban telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk segera dimakamkan sesuai adat istiadat setempat.

Laporan : Bagoes