Terpa Polemik Rekaman Suara, Kepala Puskesmas Pringgarata Sampaikan Permohonan Maaf dan Klarifikasi Secara Terbuka

Barsela24news.com
 
Lombok Tengah, NTB – Menyusul beredarnya rekaman percakapan yang dinilai mengandung nada intimidasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan kerjanya, Kepala Puskesmas Pringgarata, Haerozi S.Tr.Kes, akhirnya angkat bicara. Dalam pertemuan yang berlangsung pada pukul 08.00 WITA hari ini Senin (20/4/2026), beliau menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi secara terbuka di hadapan jajaran, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Tata Usaha, dan seluruh tenaga kesehatan paruh waktu yang bertugas di Puskesmas Pringgarata.
 
Dalam kesempatan tersebut, Haerozi secara jujur mengakui bahwa gaya bicara yang terekam dalam rekaman yang beredar adalah tindakan yang kurang tepat dan tidak seharusnya disampaikan.
 
"Saya menyadari bahwa cara berkomunikasi saya dalam kejadian itu tidak berkenan di hati dan menimbulkan ketersinggungan. Ucapan tersebut murni muncul secara spontan karena terbawa emosi sesaat, bukan merupakan kebijakan resmi institusi yang telah direncanakan sebelumnya," ungkap Haerozi di hadapan seluruh peserta rapat.
 
Beliau juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh tenaga kesehatan dan pihak-pihak yang merasa tersinggung atau terganggu dengan pernyataan yang disampaikannya tersebut.
 
Sebagai bentuk tanggung jawab atas kekeliruan yang terjadi, Kepala Puskesmas Pringgarata menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pola komunikasi dengan seluruh staf dan rekan kerja ke depannya.
 
"Kami bertekad untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis, saling menghargai, dan profesional. Komunikasi yang baik antar seluruh elemen di puskesmas adalah kunci utama agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan optimal," tegasnya.
 
Selain menyampaikan permohonan maaf, Haerozi juga meluruskan berbagai isu yang berkembang terkait upaya manajemen dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya keras melakukan berbagai langkah perbaikan, antara lain:
 
- Mengusulkan peningkatan status tenaga kesehatan, yang saat ini sudah terealisasi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu atau Pegawai Paruh Waktu.
- Menjalankan seluruh proses administrasi yang diperlukan, mulai dari tingkat puskesmas hingga ke Dinas Kesehatan Kabupaten, untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.
- Mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah yang memengaruhi nominal gaji saat ini, namun pihak manajemen terus berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui jalur lain, seperti pemberian insentif perjalanan untuk tugas di Puskesmas Keliling atau Posyandu, serta pemanfaatan dana kapitasi yang tersedia.
 
Klarifikasi ini disampaikan secara langsung di hadapan seluruh tenaga kesehatan dengan harapan masalah ini dapat diselesaikan dengan baik, tidak menimbulkan rasa saling curiga, dan tidak mengganggu kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
 
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana yang kondusif ini pun diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi sebagai tenaga kesehatan, demi memberikan pelayanan terbaik bagi warga masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pringgarata.

Laporan: Tim