Tidak Tangung-tangung Bupati H. Mirwan Luncurkan 10 Program Inovasi Publik

Barsela24news.com

 


Aceh Selatan , – Bupati Aceh Selatan  H. Mirwan. MS, secara resmi  meluncurkan 10 program inovasi pelayanan publik , peluncuran serentak ini untuk memangkas jarak pelayanan, mulai dari urusan Ekonomi di Baitul Mal hingga urusan dokumen kependudukan di Disdukcapil,yang diselenggarakan di Aulia Pendopo Bupati Setempat Senin (04/05/2026).


Langkah ini menjadi jawaban atas keluhan  masyarakat  yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan prosedur berbelit belit demi mendapatkan hak layanan dasar.


Dalam Sambutan nya, Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari visi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang “maju, produktif, dan madani”. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas penghimpunan, tetapi harus tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.


“Pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang memudahkan masyarakat, tanpa lagi terkendala jarak maupun prosedur administrasi yang berbelit,” ujar Mirwan. 


Lanjut Bupati, Baitul Mal Aceh Selatan tercatat meluncurkan tujuh terobosan. Salah satu yang paling krusial adalah program Mudah Mustahiq dan Menjemput Mustahiq. Lewat program ini, bantuan bagi warga darurat di IGD RSUD Yuliddin Away bisa cair seketika, dan warga di pedalaman kecamatan kini tak perlu lagi merogoh kocek transportasi ke ibu kota kabupaten hanya untuk mengurus permohonan bantuan.


Untuk   sektor administrasi kependudukan, Disdukcapil menghadirkan tiga program unggulan yang menyasar efisiensi waktu. Melalui inovasi ASEL Bangkit & Tuntas, setiap bayi yang lahir di RSUD kini otomatis mendapatkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) sebelum meninggalkan rumah sakit.


Sementara itu, program SIADULIM dan PDKT Kito disiapkan untuk mendesentralisasi layanan adminduk di wilayah barat dan timur, seperti Kluet Utara dan Labuhan Haji Timur. Strategi ini diharapkan mampu mengurai antrian panjang di kantor pusat.


Meski dibalut teknologi dan sistem baru, Bupati mengingatkan jajarannya agar inovasi ini tidak sekadar menjadi seremoni di atas kertas. Ia mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk terus melakukan pembaruan fungsi secara berkelanjutan.


“Ukuran keberhasilan inovasi adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya,” tegas Bupati.


Dengan peluncuran ini, Pemerintah Aceh Selatan berupaya mengubah stigma birokrasi yang lamban menjadi layanan yang inklusif dan responsif, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini minim akses.


Laporan : Hartini