Baznas Lombok Timur Harap Jadi Lembaga Maju, Terpercaya Dan Transformatif Di Era Digital

Barsela24news.com
 
Lombok Timur, NTB – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menegaskan komitmen kuat lembaganya untuk terus berbenah dan berkembang menuju tataran yang lebih baik. Ia menargetkan BAZNAS Lotim tidak hanya menjadi lembaga yang maju, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan publik serta bertransformasi sejalan dengan perkembangan teknologi di era digital saat ini.
 
Penegasan tersebut disampaikan secara resmi saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Amil BAZNAS Lombok Timur yang digelar di Ruang Patama 2 Kantor BAZNAS Lotim, Rabu (4/6/2026). Acara ini diikuti oleh seluruh jajaran amil dan petugas pengumpul zakat yang bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur.
 
“BAZNAS harus terus bergerak maju dan tidak boleh terhenti pada cara-cara lama. Target kita sangat jelas: menjadikan lembaga ini semakin profesional, semakin dipercaya oleh masyarakat, dan mampu bertransformasi secara digital dalam mengelola zakat, infak, serta sedekah,” tegas H. Muhammad Kamli dalam sambutan pembukaannya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Lotim memaparkan tiga pilar utama yang akan menjadi fokus penguatan lembaga ke depannya di antaranya:
- Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para amil serta terus berinovasi dalam sistem pelayanan agar pengelolaan dana umat dapat dilakukan secara lebih terstruktur, rapi, dan berstandar tinggi.

- Transparansi dalam pelaporan keuangan serta akuntabilitas penggunaan dana menjadi kunci utama. Kepercayaan muzaki adalah modal terbesar, sehingga segala proses pengelolaan harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.
 
- Memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah proses pendaftaran muzaki, sistem donasi daring, pendataan mustahik yang akurat, hingga pelaporan real-time yang bisa dipantau langsung oleh masyarakat kapan saja.
 
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan materi-materi penting yang menjadi bekal bagi seluruh peserta, mulai dari etika dan akhlak seorang amil, sistem digitalisasi layanan BAZNAS, hingga strategi penghimpunan dan pendistribusian dana yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi yang membutuhkan.
 
H. Muhammad Kamli juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan kedisiplinan bagi seluruh jajaran amil. “Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar milik BAZNAS. Sekecil apa pun kesalahan atau penyimpangan, bisa merusak kepercayaan besar yang sudah kita bangun bersama selama ini. Oleh karena itu, kita harus selalu bertindak jujur, amanah, dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Laporan : Bagoes