MUAYTHAI NTB JADIKAN PANCASILA SEMANGAT SPORTIVITAS

Barsela24news.com

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Nusa Tenggara Barat menegaskan semangat sportivitas dan persatuan dalam bela diri Muaythai harus berakar pada nilai-nilai Pancasila. Menurut pengurus, ring Muaythai bukan hanya tempat adu fisik, tetapi juga tempat mendidik karakter, disiplin, dan menghormati lawan sesuai sila kedua dan ketiga Pancasila.

Eddy Sophiaan, S.T., PLT Ketua Pengprov Muaythai Indonesia NTB menyampaikan, momentum Pancasila harus mengingatkan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus bahwa kemenangan tanpa menjunjung tinggi kemanusiaan dan persatuan akan kehilangan makna. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berarti tidak ada atlet yang dirugikan. Persatuan Indonesia berarti Muaythai NTB harus menjadi rumah bersama untuk semua suku, agama, dan latar belakang di Bumi Gora.

Semangat Pancasila juga dijadikan pedoman berorganisasi Pengprov Muaythai NTB. Organisasi diharapkan melahirkan kepemimpinan yang kerakyatan, dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dan berpihak pada keadilan sosial bagi seluruh atlet NTB. Tidak ada lagi politik praktis di dalam organisasi olahraga, yang ada hanya kerja nyata memajukan prestasi.

Pengprov Muaythai NTB juga mengajak generasi muda NTB untuk menjadikan Pancasila sebagai filter sebelum bertanding dan berlatih. Kuat boleh, keras boleh, tapi harus beradab. Jangan sampai emosi di ring terbawa ke luar ring. Itu pesan Pancasila yang paling sederhana tapi paling penting.

Pengurus menilai Muaythai punya peran strategis menjaga ketahanan mental generasi muda NTB. Di tengah maraknya tawuran, narkoba, dan gaya hidup hedon, sasana Muaythai bisa menjadi rumah kedua yang mendidik disiplin, hormat pada pelatih, dan tanggung jawab pada diri sendiri. Itu implementasi sila pertama dan kedua Pancasila di lapangan.

Sila ketiga Persatuan Indonesia juga diwujudkan lewat pembinaan atlet dari seluruh penjuru NTB. Atlet Sasak, Samawa, Mbojo, dan semua komunitas dilatih dalam satu sasana tanpa sekat. Di atas ring mereka lawan tanding, di luar ring mereka saudara. Muaythai NTB menolak politik identitas dan memecah belah, karena itu musuh utama prestasi olahraga.

Untuk sila keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, Pengprov Muaythai NTB berkomitmen menjalankan organisasi secara demokratis dan terbuka. Setiap pengurus kabupaten kota punya hak suara yang sama. Keputusan diambil lewat musyawarah, bukan dominasi satu pihak. Organisasi sehat dimulai dari cara memilih pemimpin yang sehat.

Sila kelima Keadilan Sosial menjadi fokus pembinaan jangka panjang. Pengprov akan mendorong pemerataan fasilitas latihan, beasiswa atlet berprestasi, dan perhatian khusus untuk atlet dari keluarga kurang mampu. Tidak boleh ada bibit unggul yang mati karena biaya. Keadilan di Muaythai artinya semua punya kesempatan yang sama untuk naik ring.

Menutup pesan Pancasila tahun ini, Pengprov Muaythai NTB mengajak seluruh masyarakat mendukung pembinaan olahraga sebagai alat pemersatu, bukan pemecah. Mari jadikan ring Muaythai sebagai kelas Pancasila yang paling nyata. Karena atlet yang hebat lahir dari daerah yang damai, adil, dan bersatu.

Dengan tagline Satukan Langkah Wujudkan Muaythai NTB Mendunia, pengurus berharap atlet NTB tidak hanya juara di PON, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di ajang IFMA dan SEA Games. Dan jalan menuju mendunia itu dimulai dari rumah sendiri yang rukun, adil, dan bersatu dalam Pancasila.

Dirgahayu Pancasila. Sportif dalam Bertanding, Bersatu dalam Mengabdi.

Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Nusa Tenggara Barat

(BR)
Tags