Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, (2/5/ 2026). Nanik S. Deyang diangkat sebagai Kepala BGN baru, menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan dari jabatannya setelah memimpin lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun .
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Selain kepala badan, Presiden juga mengubah susunan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari menggantikan Lodewijk Pusung, dan Mayor Jenderal TNI Trenggono menggantikan Sony Sonjaya .
Prasetyo menjelaskan pergantian ini dilakukan setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN, serta mempertimbangkan berbagai masukan dari kementerian/lembaga terkait, penerima manfaat, dan masyarakat luas. Langkah ini diambil agar penyelenggaraan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel .
“BGN memiliki peran sangat vital dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Dibutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang rapi, dan kepemimpinan yang mampu menjamin program berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai prinsip pertanggungjawaban,” tegas Prasetyo, mengutip pertimbangan Presiden .
Pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dadan Hindayana dan pimpinan lama atas dedikasi serta kerja kerasnya membangun pondasi kelembagaan BGN sejak baru dibentuk Agustus 2024 hingga berkembang seperti sekarang .
Nanik S. Deyang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, sehingga dianggap sudah sangat paham struktur, tugas, dan tantangan lembaga. Ia dinilai memiliki rekam jejak baik dalam mengawal operasional, pengawasan, dan penyelarasan program gizi di berbagai daerah .
Pemerintah berharap pimpinan baru segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, memperbaiki sistem pengawasan mutu makanan, serta memastikan setiap layanan sampai tepat kepada sasaran utama: anak sekolah, balita, dan kelompok rentan lainnya .
Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai sinyal tegas pemerintah ingin memperbaiki berbagai catatan yang muncul di lapangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, standar gizi, hingga kecepatan penjangkauan wilayah. Sementara kalangan masyarakat berharap pergantian ini membawa perubahan nyata, agar program MBG benar-benar berkontribusi menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang .
Nanik S. Deyang dalam pernyataan singkat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen bekerja sekuat tenaga, terbuka terhadap masukan, dan memastikan BGN menjadi lembaga yang responsif, bersih, dan bermanfaat seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia.
Redaksi
