Barsela24news.com - Mataram, 18 Juni 2026 – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) memadati jalan di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat hari ini.
Potret Aksi di Lapangan
Massa aksi terlihat duduk melingkar memblokade jalan di bawah rindangnya pepohonan. Beberapa orator berdiri bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara/toa. Bendera LMND berkibar di antara massa yang mayoritas mengenakan pakaian hitam dan almamater merah.
Saling Dorong dengan Aparat, Iqbal-Dinda Tetap Tak Berani Keluar
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini memanas ketika kekecewaan massa memuncak. Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian di depan gerbang kantor. Pemicunya adalah kekecewaan mendalam karena Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Iqbal-Dinda, tidak mau keluar untuk menemui pendemo setelah lebih dari 3 jam massa menduduki jalan.
Aparat berusaha menghalau massa yang mencoba merangsek maju ke pintu gerbang, sementara mahasiswa bertahan menuntut Iqbal-Dinda keluar. Meski sempat tegang, aksi tetap berlangsung damai hingga akhir.
"Lihat, kami ratusan orang duduk di sini berjam-jam di bawah panas sampai harus dorong-dorongan dengan aparat. Iqbal-Dinda dipilih rakyat, digaji rakyat, tapi takut bertemu rakyat. Pemimpin macam apa yang sembunyi di balik tembok dan tameng aparat? Kalau berani bikin program yang menyengsarakan, harusnya berani hadapi kritik," tegas salah satu orator di hadapan massa.
Sikap ini dinilai Aliansi sebagai cerminan kepemimpinan Iqbal-Dinda yang anti-demokrasi, pengecut, dan tidak memiliki keberanian moral.
Kritik Tajam: Dari Daerah ke Pusat, Rezim Tidak Pro Rakyat
Selain mengecam Iqbal-Dinda, massa aksi juga mengkritisi keras rezim Presiden Prabowo-Gibran. Mahasiswa menyebut Prabowo-Gibran adalah antek Amerika yang kebijakannya tunduk pada kepentingan asing dan modal besar.
Sorotan Program Tidak Pro Rakyat: Dari Daerah ke Pusat
Aliansi LMND-SMI menegaskan bahwa kepengecutan Iqbal-Dinda tidak lepas dari banyaknya program bermasalah yang sejalan dengan agenda pusat:
1. Kenaikan Harga BBM: Kebijakan rezim Prabowo-Gibran menaikkan BBM dinilai neoliberal dan mencekik rakyat kecil.
2. Program MBG dan KMP Gagal: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) dinilai proyek pencitraan yang gagal. Di NTB banyak tidak tepat sasaran dan rawan dikorupsi.
3. Kebijakan Sektor Pertanian & Kelautan NTB: Program modernisasi tanpa subsidi justru memberatkan petani dan nelayan.
4. Transparansi Anggaran: Minimnya keterbukaan APBD. Proyek mercusuar jalan terus, kebutuhan dasar rakyat diabaikan.
5. Bansos Tidak Tepat Sasaran: Diduga hanya jadi alat politik Iqbal-Dinda dan rezim Prabowo-Gibran.
6. Pengabaian Janji Kampanye: Kemiskinan dan pengangguran di NTB masih tinggi. Janji sejahtera hanya pemanis pemilu.
Tuntutan Aliansi Mahasiswa NTB
Atas dasar itu, Aliansi LMND-SMI menyatakan sikap:
1. Kecam Keras Iqbal-Dinda: Mengecam kepengecutan Gubernur dan Wagub NTB, Iqbal-Dinda, yang takut dan tidak berani menemui massa aksi hingga terjadi dorong-dorongan dengan aparat.
2. Kecam Rezim Prabowo-Gibran: Rezim antek Amerika yang tunduk pada asing. Cabut kebijakan kenaikan BBM, evaluasi total MBG dan KMP yang gagal.
3. Wujudkan Pajak Progresif untuk Pendidikan Gratis: Tarik pajak dari korporasi besar dan orang kaya untuk biayai pendidikan gratis bagi seluruh rakyat.
4. Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis: Hentikan komersialisasi pendidikan. Pendidikan adalah hak, bukan barang dagangan.
5. Hentikan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan: Sahkan dan tegakkan aturan perlindungan bagi mahasiswa dari kekerasan seksual di kampus dan sekolah.
6. Evaluasi Total Program Tidak Pro Rakyat: Hentikan seluruh program pusat-daerah yang hanya menguntungkan elit, oligarki, dan asing.
7. Dialog Terbuka 3x24 Jam: Iqbal-Dinda wajib temui rakyat. Prabowo-Gibran harus dengar jeritan rakyat, bukan bisikan Amerika.
8. Tolak Kriminalisasi: Hentikan intimidasi dan tindakan represif aparat terhadap gerakan mahasiswa.
Sikap Tegas Aliansi
LMND-SMI menegaskan aksi hari ini bukan yang terakhir. Jika dalam 7x24 jam tidak ada itikad baik dari Iqbal-Dinda dan tidak ada pencabutan kebijakan menyengsarakan dari rezim Prabowo-Gibran, maka Aliansi akan menggelar Aksi Rakyat NTB Jilid II.
"Iqbal-Dinda takut rakyat sampai kami ratusan orang harus dorong-dorongan dengan aparat. Prabowo-Gibran takut Amerika. Dari daerah sampai pusat, isinya pemimpin pengecut dan pro asing!" tutup salah satu orator SMI. (BR)
