Lombok Timur, NTB – Sebuah kejadian menyedihkan menimpa rombongan siswa kelas 6 Sekolah Dasar 5 Pengadangan Kecamatan Peringgasela saat berkunjung ke salah satu tempat wisata andalan di Kecamatan Sambelia yakni Pantai Gili Lampu, dalam rangka mengadakan acara perpisahan siswa Sabtu sore ini. Seorang pelajar berusia 12 tahun dinyatakan meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik, sementara temannya yang juga berusia sama masih berjuang di ruang perawatan.
Kejadian memilukan ini terjadi pada Sabtu, (6/6/ 2026) sekitar pukul 13.00 Wita, tepatnya di area pembilasan milik warga bernama Ibu Sarah yang berada di kawasan Pantai Gili Lampu, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.
Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, rombongan siswa bersama gurunya tiba di lokasi wisata tersebut sejak pukul 09.00 Wita untuk berlibur sekaligus mengadakan acra perpisahan sekolah. Setelah berenang dan bersantai, sekitar pukul 13.00 Wita mereka berniat melaksanakan sholat Zuhur sekaligus menggunakan fasilitas pembilasan yang tersedia di sana.
Saat itu, beberapa siswa masuk ke dalam ruang pembilasan dan bergantian menggunakan air. Di dalam ruangan terdapat dua orang siswa, sementara dua orang lainnya berada di luar menunggu giliran. Tanpa diduga, tiba-tiba terdengar teriakan memanggil dan suara benda jatuh dari dalam kamar mandi.
Mendengar suara tersebut, pemilik warung segera menghampiri lokasi dan menemukan salah seorang siswa tergeletak tidak bergerak di dalam ruangan pembilasan. Segera korban yang masih bernyawa dibawa menuju Puskesmas Sambelia untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Namun, harapannya pupus. Korban bernama Arena Olivia yang berusia 12 tahun, dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis saat berada di fasilitas kesehatan tersebut. Sementara temannya, Cindi Ayu Atira (12 tahun), diterima dan masih menjalani perawatan intensif hingga saat ini.
Kasihumas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi menjelaskan bahwa awal penyelidikan menunjukkan kejadian ini diduga disebabkan oleh kelalaian pihak pengelola tempat tersebut. Instalasi listrik dan aliran air di area pembilasan tersebut diketahui dalam kondisi rusak dan mengalami konslet, sehingga memicu arus listrik menyebar ke seluruh area dan menyebabkan korban tersengat.
"Jenazah korban Arena Olivia telah dipulangkan kepada keluarga menggunakan ambulans dari Puskesmas Sambelia untuk dimakamkan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing," ujarnya.
Untuk mengungkap kebenaran penyebab pasti kejadian, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penanganan perkara. Di antaranya melakukan pengolahan dan pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), memasang garis pembatas kawasan, serta meminta keterangan dari tiga saksi mata yang telah diamankan.
Polres Lotim juga telah berkoordinasi dengan INAFIS untuk pemeriksaan lebih lanjut serta bekerja sama dengan pihak Puskesmas Sambelia guna memastikan data dan kondisi medis kedua korban tercatat dengan benar.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lombok Timur Saat di temui awak media barsela24news.com di ruang kerjanya menghimbau kepada seluruh masyarakat Lombok Timur atas kejadian tersebut untuk mengutamakan Aspek Keamanan, Setiap pengelola fasilitas umum, tempat wisata, warung, atau fasilitas pelayanan publik wajib memastikan seluruh instalasi listrik, air, dan peralatan yang digunakan dalam kondisi aman, terawat, dan sesuai standar keselamatan.
Lebih Lanjut Ia juga menghimbau untuk melakukan Pengecekan Berkala, Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kelistrikan dan peralatan air agar terhindar dari risiko konslet atau kerusakan yang dapat membahayakan nyawa pengunjung.
Ia juga menekankan untuk mematuhi Aturan Teknis, Jangan mengabaikan prosedur pemasangan instalasi listrik yang benar dan aman, terutama di area yang berhubungan dengan air atau tempat ramai orang.
Terakhir Kasi Humas menyampaikan kepada pengelola wisata untuk meningkatkan kewaspadaan dan Tanggung Jawab karena Keamanan orang lain adalah tanggung jawab bersama. Apabila ditemukan kerusakan atau potensi bahaya, segera di perbaiki atau tutup sementara agar tidak menimbulkan korban di kemudian hari.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengelola tempat wisata untuk memastikan seluruh fasilitas yang disediakan aman, layak pakai, dan bebas dari risiko bahaya bagi para pengunjung.
Laporan: Bagoes
