Oleh: Indra W
Langkah cepat Bupati Sumbawa dalam memprioritaskan Program Strategis Nasional (PSN) segera terwujud
Pertemuan antara Bupati Sumbawa yg didamping Kadis pertanian dengan jajaran Direktorat Jenderal PKH dan Komisaris Utama BUMN Berdikari di Gorontalo bukan hanya sekadar agenda rutin. Ini adalah tanda kuat bahwa Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang Industri Unggas Terintegrasi pada tahun 2026.
Kehadiran Dirhilnak cq. Makmun dan Dirjen PKH menunjukkan bahwa pemerintah pusat benar-benar memperhatikan ekosistem peternakan terintegrasi. Di sisi lain, PT Berdikari yang diwakili oleh Komisaris Utama dan Dr. Hasbi sebagai off-taker utama, menegaskan kesiapan BUMN Pangan untuk menyerap hasil produksi peternak, mulai dari DOC hingga pakan.
Mengapa Dua Daerah Ini Penting?
Sumbawa (NTB) dan Gorontalo (Sulawesi) merupakan dua provinsi penghasil jagung terbesar di Indonesia. Dalam rantai pasok pakan, jagung menyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan unggas. Selama ini, jagung dari Sumbawa dan Sulawesi menjadi pemasok utama bagi pabrik pakan nasional, dengan karakteristik biji yang besar dan kadar air yang terjaga.
Dengan adanya industri ayam terintegrasi, pola "kirim jagung keluar, beli pakan kembali dengan harga berlipat" akan diakhiri. Gubernur NTB bahkan menargetkan agar pakan sepenuhnya berbasis bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Keunggulan Sumbawa NTB dan Gorontalo Sulawesi :
1. Kabupaten Sumbawa dan Provinsi Gorontalo adalah 2 daerah produsen Jagung Nasional yg sdh terbukti mampu melakukan ekspor jagung ke Philipina.
2. Kabupaten Sumbawa dpt mjd daerah produsen daging ayam Nasional ditinjau dari ketersediaan jagung utk bahan baku pakan ternak krn biaya pakan 70% dari HPP dpt ditekan shg Sumbawa dpt mjd pemasok daging ayam bukan saja utk memenuhi kebutuhan masyarakat Provinsi NTB tetapi juga dpt digunakan oleh Pemerintah utk program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) khusus nya protein asal ternak ayam ras Nasional terutama pada saat HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional)
Langkah Persiapan Kabupaten Sumbawa
Bupati Sumbawa yang didampingi Kepala Dinas Pertanian menunjukkan komitmen nyata:
1. Mempertahankan Status PSN: Meskipun sempat terjadi polemik mengenai lahan di Serading, Bupati menegaskan bahwa proyek tetap berjalan di Sumbawa dan telah menyiapkan tiga lokasi alternatif: Teluk Santong, Labangka, dan Kerekeh.
2. Kesiapan Infrastruktur: Sumbawa telah membuktikan diri sebagai sentra jagung dengan produksi mencapai 715.641 ton pada tahun 2024 dan berhasil mengekspor 6.000 ton jagung ke Filipina.
3. Dukungan Penuh Masyarakat: DPC Garda Satu Sumbawa menyatakan dukungan penuh, mengklaim program ini mampu menciptakan efek berganda bagi ekonomi, mulai dari peternak hingga UMKM serta penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
Optimisme dan Tantangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya sudah menyatakan keinginannya menjadikan Sumbawa sebagai pusat industri hilir jagung dan ayam. Dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun secara nasional dan Rp1,37 triliun khusus untuk NTB, proyek ini diprediksi menjadi penggerak ekonomi baru.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Penyelesaian status lahan yang jelas menjadi kunci agar pembangunan bisa dimulai tahun ini. Bupati sudah memastikan bahwa hal terpenting adalah lahan yang siap dengan status hukum yang jelas. Red.( Inw )
