Mataram - NTB, 16 Juni 2026 - Muhammad Rais, Wakil Pimpinan Umum segenap jajaran direksi dan pengurus SYBER INVESTIGASI BARSELA24NEWS.COM, mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Nusa Tenggara Barat, Indonesia, dan seluruh dunia. Semoga di tahun yang baru ini, Allah SWT karuniakan kepada kita semua kekuatan untuk hijrah menuju kebenaran, keberanian untuk melawan kebatilan, dan keikhlasan untuk bekerja demi kemaslahatan umat dan bangsa.
1 Muharram bukan sekadar lembaran baru di kalender. Ini adalah hari ketika Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan kepada dunia arti strategi, keberanian, dan manajemen perubahan. Hijrah dari Makkah ke Madinah adalah operasi intelijen terbesar dalam sejarah. Penuh perhitungan, penuh kehati-hatian, dan penuh keyakinan. Tujuannya satu: membangun masyarakat yang adil, aman, dan beradab. Tidak ada kebohongan. Tidak ada fitnah. Yang ada hanya data yang valid, informasi yang tabayyun, dan keputusan yang berpihak pada kebenaran.
Sebagai insan pers yang bergerak di ranah investigasi siber, kami di SYBER INVESTIGASI BARSELA24NEWS.COM memaknai hijrah 1448 H sebagai “Hijrah Digital”. Hijrah dari budaya sebar berita tanpa cek fakta menjadi budaya tabayyun. Hijrah dari kebiasaan menggiring opini menjadi keberanian mengungkap data. Hijrah dari mental clickbait menjadi mental verifikasi. Karena di era digital ini, hoax dan disinformasi adalah Firaun modern. Kezalimannya tidak kelihatan, tapi daya rusaknya nyata. Bisa menghancurkan reputasi orang, bisa memecah belah keluarga, bisa memicu konflik sosial.
Allah SWT sudah peringatkan kita dalam QS. Al-Hujurat ayat 6: "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya." Ayat ini adalah SOP pertama dan utama bagi setiap jurnalis, setiap netizen, dan setiap pengguna media sosial. Tabayyun sebelum share. Verifikasi sebelum viral. Itu hijrah kita hari ini.
QS. Ar-Ra’d ayat 11 juga menegaskan: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." NTB tidak akan bersih dari hoax kalau kita masih hobi termakan judul. Indonesia tidak akan maju kalau pers-nya masih tunduk pada pesanan. Dunia digital tidak akan sehat kalau kita diam melihat kebohongan bertebaran. Perubahan harus dimulai dari kita. Dari ruang redaksi, dari grup WhatsApp, dari akun media sosial kita masing-masing.
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." HR. Bukhari. Maka hijrah insan pers dan masyarakat digital di 1448 H ini adalah meninggalkan berita bohong, meninggalkan framing jahat, meninggalkan buzzer bayaran, meninggalkan doxing dan cyberbullying, meninggalkan kebocoran data, meninggalkan semua praktik kotor di dunia siber. Kita ganti dengan jurnalisme yang berintegritas. Dengan literasi digital yang masif. Dengan kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat untuk membersihkan ruang digital kita.
Muharram disebut Syahrullah, Bulan Allah. Bulan yang mulia. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." HR. Muslim. Maka kami mengajak seluruh insan pers, pegiat media sosial, dan masyarakat NTB untuk menghidupkan bulan ini dengan puasa Tasu’a dan Asyura pada 9 dan 10 Muharram. Biar hati kita bersih sebelum menulis. Biar pikiran kita jernih sebelum menganalisa. Karena pena jurnalis itu tajam. Salah tulis bisa melukai. Benar tulis bisa menyelamatkan bangsa.
10 Muharram juga hari kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun. Firaun hari ini adalah algoritma jahat yang menyebar kebencian. Adalah akun anonim yang menyebar fitnah. Adalah sindikat penipuan online yang merampok rakyat kecil. Adalah koruptor yang bersembunyi di balik data palsu. Tugas kita sebagai pers investigasi adalah menjadi tongkat Musa di era digital. Membelah lautan disinformasi. Menunjukkan mana yang hak dan mana yang batil. Dengan data, bukan dengan asumsi. Dengan bukti, bukan dengan narasi.
Rasulullah SAW berpesan: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." HR. Ahmad. Itulah arah kerja SYBER INVESTIGASI BARSELA24NEWS.COM. Kami tidak ingin dikenal karena beritanya heboh. Kami ingin dikenang karena investigasi kami menyelamatkan uang negara. Karena laporan kami membongkar mafia yang merugikan petani dan nelayan. Karena tulisan kami mengedukasi masyarakat agar tidak tertipu investasi bodong. Karena keberadaan kami membuat pejabat takut korupsi dan warga berani melapor.
Lalu apa agenda “Hijrah Digital” SYBER INVESTIGASI BARSELA24NEWS.COM di 1448 H?
Pertama, hijrah literasi. Kami akan turun ke sekolah, kampus, dan desa-desa di seluruh NTB. Gelar pelatihan “Cerdas Bermedia Sosial”. Ajarkan cara bedakan fakta dan hoax dalam 10 detik. Ajarkan cara lapor konten negatif. Ajarkan cara lindungi data pribadi. Karena masyarakat yang cerdas digital adalah benteng pertama pertahanan siber bangsa.
Kedua, hijrah kolaborasi. Kami buka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan Polda NTB, Kejaksaan, BSSN, Diskominfo, kampus, dan komunitas anti-hoax. Kejahatan siber tidak bisa dilawan sendiri. Perlu sinergi. Perlu jejaring. Perlu kecepatan. SYBER INVESTIGASI BARSELA24NEWS.COM siap jadi mata dan telinga masyarakat untuk melaporkan kejahatan digital ke aparat penegak hukum.
Ketiga, hijrah investigasi. Tahun 1448 H ini fokus kami adalah tiga hal: pertama, bongkar korupsi yang merugikan rakyat kecil. Kedua, ungkap sindikat judi online dan pinjol ilegal yang menjerat warga NTB. Ketiga, lacak penyebar hoax dan ujaran kebencian yang mengancam persatuan. Tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan siber di NTB. Kami akan kejar dengan data.
Keempat, hijrah teknologi. Kami akan upgrade sistem redaksi dengan AI dan tools forensik digital terbaru. Tujuannya agar verifikasi berita lebih cepat, investigasi lebih akurat, dan masyarakat lebih cepat dapat kebenaran. Teknologi harus jadi alat untuk mencari kebenaran, bukan untuk memproduksi kebohongan.
Kelima, hijrah pelayanan informasi. Kami komitmen menyajikan berita yang solutif, bukan hanya sensasional. Yang mendidik, bukan hanya mengadili. Yang menenangkan, bukan hanya menakutkan. Pers yang baik itu seperti dokter. Dia bedah masalah, tapi tujuannya untuk menyembuhkan, bukan untuk menambah luka.
Saya mengajak seluruh insan pers di NTB. Mari kita jadikan 1448 H sebagai tahun hijrahnya jurnalisme. Tinggalkan amplop. Tinggalkan pesanan. Tinggalkan berita copy paste tanpa konfirmasi. Kembali ke khitah pers: pilar keempat demokrasi yang jujur, berani, dan berpihak pada publik. Saya juga mengajak seluruh masyarakat. Stop jadi korban hoax. Stop jadi penyebar hoax. Jadilah bagian dari solusi. Kalau terima berita mencurigakan, kirim ke redaksi kami. Akan kami cek dan kami luruskan.
Mari kita mulai 1448 H dengan tiga langkah. Pertama, muhasabah digital. Cek galeri HP dan riwayat share kita selama 1447 H. Berapa banyak hoax yang pernah kita sebar tanpa sadar. Istighfar, lalu hapus. Kedua, azam digital. Komitmen satu hal: tidak akan share apapun sebelum cek tiga sumber terpercaya. Ketiga, aksi digital. Laporkan satu akun penipu atau penyebar hoax hari ini. Karena membiarkan kebohongan sama dengan merawatnya.
Saya berdoa kepada Allah SWT. Di tahun 1448 H ini, jadikan NTB sebagai provinsi yang bersih dari hoax, bersih dari korupsi, dan bersih dari kejahatan siber. Beri kekuatan kepada aparat penegak hukum untuk menindak tanpa pandang bulu. Beri keberanian kepada insan pers untuk tegak lurus pada kebenaran. Beri kecerdasan kepada masyarakat untuk tidak mudah diadu domba. Jadikan anak-anak NTB sebagai generasi digital yang berakhlak, cerdas, dan tangguh.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari kita buktikan hijrah kita nyata di dunia digital. Karena pertanggungjawaban pena itu tidak hanya di dewan pers, tapi juga di akhirat. Tahun Baru, Semangat Baru, Hijrah Digital untuk Pers yang Bermartabat dan NTB yang Terdepan dalam Kebenaran.
Muhammad Rais
Wakil Pimpinan Umum
SYBER INVESTIGASI Barsela24News.com
(BR)
