“Kepala BGN Sudaryono mengambil langkah tegas dengan menutup 883 dapur MBG dan memberhentikan 261 pegawai, sebagai bagian dari reformasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.”
Barsela24news.com | Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah besar dalam penataan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN yang baru menjabat, Sudaryono, mengumumkan penutupan permanen terhadap 883 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG serta pemberhentian ratusan pegawai dan tenaga ahli.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda reformasi internal BGN setelah munculnya temuan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan lembaga pengelola program prioritas pemerintah tersebut.
Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7), Sudaryono menegaskan bahwa penutupan kali ini berbeda dengan kebijakan sebelumnya. Jika sebelumnya dapur MBG yang mendapat sanksi masih berpotensi menerima pembayaran, maka dapur yang ditutup permanen kali ini tidak akan mendapatkan pencairan anggaran.
“Misalnya dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah suspend, tutup, tidak dibayar,” ujar Sudaryono.
883 Dapur MBG Ditutup di Tiga Wilayah
BGN merinci penutupan 883 dapur MBG tersebar di tiga wilayah besar:
• Wilayah I (Sumatera): 98 dapur
• Wilayah II (Jawa dan Madura): 311 dapur
• Wilayah III: 434 dapur
Menurut Sudaryono, penutupan tersebut dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program.
“Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa BGN mulai menerapkan mekanisme pengawasan lebih ketat terhadap seluruh mitra pelaksana MBG, terutama terkait tata kelola anggaran, kualitas pelayanan, serta kepatuhan terhadap standar operasional.
261 Pegawai Diberhentikan, Termasuk 37 Tenaga Ahli
Selain menutup ratusan dapur, BGN juga melakukan pembersihan internal dengan memberhentikan 261 pegawai.
Rinciannya:
• 224 pegawai non-ASN
• 37 tenaga ahli
Sudaryono menjelaskan, sebagian besar pegawai non-ASN diberhentikan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan pelanggaran aturan internal.
“Pegawai non-ASN ini diberhentikan salah satu dan paling besar adalah karena diduga adanya pelanggaran, tidak disiplin, dan lain-lain,” jelasnya.
BGN Bangun Sistem Pengawasan Publik
Pasca penutupan ratusan dapur dan pemecatan pegawai, BGN menyatakan akan memperkuat sistem transparansi program MBG.
Ke depan, masyarakat akan diberikan ruang untuk ikut mengawasi pelaksanaan program, mulai dari:
• daftar menu makanan,
• proses distribusi,
• kualitas makanan,
• hingga aktivitas setiap dapur MBG.
Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah perbaikan agar program MBG tidak hanya berjalan luas, tetapi juga memiliki tata kelola yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Penutupan 883 dapur dan pemberhentian ratusan personel menjadi ujian besar bagi BGN: apakah reformasi ini mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap program makan bergizi gratis atau justru membuka lebih banyak persoalan baru di lapangan. (Red)
