Lombok Timur, NTB – Nama M. Hasbi Pratama Nur Hidayat tiba-tiba bersinar terang di kancah olahraga daerah. Siswa baru Kelas X SMA Negeri 1 Selong ini mencatat prestasi luar biasa pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026, cabang tenis lapangan. Ia sukses meraih medali perak nomor beregu dan medali perunggu nomor tunggal putra junior, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan tim tenis Lombok Timur meraih gelar juara umum.
Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena diraih di awal masa orientasi, saat teman-teman seangkatannya sedang sibuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Saya panjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Rasanya luar biasa bahagia dan bangga bisa menyumbang dua medali untuk daerah tercinta," ungkap Hasbi dengan mata berbinar. Baginya, medali ini bukan sekadar logam mulia, melainkan simbol perjuangan bersama banyak pihak.
"Saat nama Lombok Timur disebut sebagai juara umum dan bendera daerah kami berkibar, rasanya semua lelah dan keringat selama berlatih terbayar lunas," kenang pemuda yang mulai mengenal tenis sejak masa Sekolah Dasar ini. Awalnya ia diajak berlatih oleh sang ayah, namun seiring waktu, ia justru jatuh hati pada olahraga yang mengajarkan disiplin, sportivitas, dan mental pantang menyerah.
Hasbi mulai menekuni tenis secara serius sejak duduk di bangku SMP. Ia mengakui perjalanan ini tak mudah. "Sosok yang paling berjasa tentu Ayah dan Mama. Mereka tak pernah lelah mendoakan, memberi semangat, dan berkorban waktu serta tenaga agar saya bisa terus bertanding."
Tak lupa ia berterima kasih kepada pelatih yang tak hanya mengajarkan teknik, namun juga menempa mental: "Beliau mengajarkan saya untuk tetap rendah hati saat menang dan tak runtuh saat kalah."
Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan kepada Pengurus PELTI, KONI Lombok Timur, Pemerintah Daerah, serta Manajer Tim yang mendukung penuh proses mulai dari seleksi, pemusatan latihan, hingga hari kemenangan.
Momen unik terjadi saat ajang Porprov berlangsung berbarengan dengan masa pengenalan sekolah. "Ada rasa sedih tak bisa berbaur langsung dengan teman-teman baru, tapi saya merasa sangat terhormat diberi amanah membela daerah. Ini tanggung jawab besar yang saya jalani sebaik mungkin," ujarnya.
Pihak SMA Negeri 1 Selong pun memberikan dukungan penuh. "Kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah sangat mendukung saya. Semoga prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi almamater saya yang baru saya masuki," harap Hasbi.
Menghadapi persiapan yang berat, tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi latihan dan kondisi fisik. "Terkadang rasa lelah dan keraguan datang, namun saya selalu ingat tujuan saya, berikan yang terbaik untuk Lombok Timur."
Saat berhadapan dengan lawan-lawan tangguh di lapangan, Hasbi tak mengandalkan kekuatan semata. "Saya percaya pada proses latihan yang sudah dijalani. Doa orang tua, arahan pelatih, dan harapan masyarakat menjadi penyemangat yang membuat saya tetap tenang dan fokus pada setiap poin pertandingan."
Momen paling berkesan baginya adalah kekompakan saat nomor beregu. "Kami berjuang bersama, saling menguatkan. Saat kemenangan juara umum dipastikan, perasaan haru dan bahagia menyatu menjadi satu."
Prestasi ini tak membuatnya berpuas diri. Hasbi menargetkan terus mengasah kemampuan, berencana mengikuti pemusatan latihan di pusat pelatihan nasional serta memperbaiki peringkat nasional.
"Impian saya adalah bisa dipercaya membela Nusa Tenggara Barat di PON 2028. Lebih jauh lagi, saya bermimpi suatu hari nanti bisa mengenakan seragam Merah Putih dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," ucapnya penuh keyakinan.
Kepada teman-teman sebayanya, Hasbi berpesan, "Jangan pernah takut bermimpi besar. Kejarlah cita-cita lewat belajar, olahraga, atau bakat apa pun yang dimiliki. Kuncinya adalah disiplin, kerja keras, dan pantang menyerah."
Kepada para guru, ia menyampaikan terima kasih tulus atas dukungan yang diberikan. "Semoga apa yang saya raih bisa menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berkarya dan mengharumkan nama sekolah, daerah, serta bangsa." tutupnya
Laporan : Bagoes
