Aceh Selatan – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, pada Selasa (14/7/2026), menuai kekecewaan dari sejumlah wali murid.
Mereka menilai menu yang disajikan kepada para siswa belum mencerminkan konsep makanan bergizi sebagaimana yang diharapkan pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Program MBG di Kecamatan Kluet Timur dilaksanakan oleh SPPG Yayasan Berkah Cahaya dengan titik dapur berada di Jalan Irigasi, Desa Paya Dapur, Kecamatan Kluet Timur.
Menu yang dibagikan kepada para penerima manfaat terdiri atas nasi putih, ikan teri goreng dengan sambal balado, tahu goreng, tumis jagung dan kacang panjang, serta empat butir buah kelengkeng.
Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa setelah melihat menu yang diterima anaknya."Kami tentu bersyukur pemerintah memiliki program makan bergizi gratis.
Namun, kalau melihat menu yang diberikan hanya nasi, ikan teri, tahu, sayur jagung dan kacang panjang, serta empat butir kelengkeng, kami mempertanyakan di mana letak standar gizi yang dimaksud. Harapan kami, menu yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak agar mereka dapat tumbuh sehat dan semangat belajar," ujarnya.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik dan patut didukung. Namun, pelaksanaannya di lapangan juga harus memperhatikan kualitas menu agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai.
Pada hari yang sama, sebanyak 3.316 penerima manfaat menerima makanan dari Program MBG di Kecamatan Kluet Timur. Rinciannya meliputi 542 siswa PAUD dan TK, 1.042 siswa SD/MI, 397 siswa SMP/MTs, 227 siswa SMA/SMK, 364 balita, 103 ibu hamil, dan 219 ibu menyusui. Program tersebut juga menjangkau 11 Posyandu serta puluhan tenaga pendidik.
Program ini dikelola oleh SPPG Yayasan Berkah Cahaya dengan Kepala SPPG Ahmat Fajri, S.Sos., didampingi Ahli Gizi Gusti Arrisa, S.Tr.Gz., dan tim pengelola lainnya. Dapur umum MBG berlokasi di Desa Paya Dapur, Kecamatan Kluet Timur.
Sejumlah wali murid berharap pihak penyelenggara bersama ahli gizi melakukan evaluasi terhadap komposisi menu yang disajikan. Mereka menginginkan adanya variasi lauk yang mengandung protein hewani dengan porsi yang memadai serta buah dan sayuran yang sesuai dengan standar kebutuhan gizi anak usia sekolah.
Masyarakat berharap adanya penjelasan sekaligus evaluasi agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Saat kami konfirmasi dengan pihak SPPG Yayasan Berkah Cahaya mengenai keluhan yang disampaikan sejumlah wali murid tersebut. Melalui telpon whatsapp pihak yayasan menjawab mereka akan konsultasi dulu dengan Ahli Gizi yayasan.
Maaf buk ya mengenai menu hari ini itu juga dari ahli gizi kami dan jika memang seperti yg ibu bilang tadi ada keluhan dari masyarakat nanti akan kami konsultasi dengan penerima manfaat bagaimana kedepannya agar lebih baik lagi.
Laporan: Hartini
