Miris! Sekolah Tempat Menimba Ilmu Justru Dikepung Aroma Tak Sedap, Wali Murid Ikut Gerah dan Minta Pemerintah Desa Turun Tangan
Barsela24news.com | Lombok Tengah NTB, 10 Agustus 2026 - Miris! Aktivitas belajar mengajar di SMKN 1 Praya Timur, Lombok Tengah, dikeluhkan terganggu akibat tumpukan sampah yang berada persis di samping lingkungan sekolah. Bukan sekadar persoalan pemandangan yang tidak sedap dipandang, tumpukan sampah yang didominasi sampah rumah tangga itu juga mengeluarkan bau menyengat yang disebut tercium hingga ke lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut membuat sebagian siswa dan guru merasa tidak nyaman saat mengikuti proses pembelajaran.
Pantauan tim media pada Senin (10/8/2026), tumpukan sampah terlihat berada tidak jauh dari area sekolah. Sampah rumah tangga tampak menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekolah.
Situasi ini pun memantik keluhan dari siswa. Bahkan, sejumlah wali murid yang datang ke SMKN 1 Praya Timur turut menyampaikan rasa tidak nyaman akibat bau yang ditimbulkan.
BELAJAR SAMBIL CIUM BAU SAMPAH
Kaur Humas SMKN 1 Praya Timur, Jahar, mengungkapkan pihak sekolah cukup prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi siswa maupun guru. Namun keberadaan tumpukan sampah di sekitar sekolah justru membuat suasana belajar terganggu.
“Kami ingin anak-anak sekolah belajar dalam kondisi yang nyaman. Mereka tidak seharusnya mengikuti pelajaran sambil mencium bau sampah,” ujar Jahar.
Ia menyebut, meski sejauh ini belum ditemukan gangguan kesehatan serius, beberapa siswa mengaku mengalami rasa mual ketika aroma dari tumpukan sampah tersebut tercium kuat.
“Meski belum ditemukan gangguan kesehatan yang serius, beberapa siswa kerap mengeluhkan rasa mual akibat aroma menyengat dari tumpukan sampah itu,” tambahnya.
WALI MURID IKUT GERAH
Persoalan tersebut ternyata tidak hanya dirasakan siswa dan guru.
Wali murid yang berkunjung ke sekolah juga disebut turut mengeluhkan kondisi lingkungan di sekitar sekolah. Mereka berharap persoalan sampah tersebut segera mendapatkan perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan.
Sebab, lingkungan pendidikan merupakan tempat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar dan mengembangkan diri.
Pertanyaannya kini sederhana: sampai kapan siswa harus belajar berdampingan dengan tumpukan sampah dan bau menyengat?
SEKOLAH SERUKAN KESADARAN WARGA
Pihak SMKN 1 Praya Timur mengajak seluruh masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
Jahar berharap warga tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di sekitar lingkungan sekolah yang menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan.
“Kami dari pihak SMKN 1 Praya Timur berharap kepada warga untuk sama-sama menjaga kenyamanan lingkungan sekolah agar anak-anak kita nyaman dalam belajar dan tumbuh menjadi anak yang cerdas, karena mereka adalah harapan bangsa,” katanya.
PEMDES DAN KEPALA DUSUN DIMINTA BERTINDAK
Pihak sekolah juga berharap Pemerintah Desa dan Kepala Dusun segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurut Jahar, persoalan kebersihan di sekitar sekolah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kenyamanan peserta didik.
“Kami juga berharap agar Pemerintah Desa dan Kepala Dusun mengambil langkah tegas dan nyata agar anak-anak kita dapat menikmati hak mereka untuk belajar dengan nyaman dan aman,” pungkasnya.
Kini bola berada di tangan pihak terkait. Apakah tumpukan sampah tersebut segera dibersihkan dan dicarikan solusi permanen, atau siswa SMKN 1 Praya Timur harus terus belajar di tengah aroma sampah?
Sekolah adalah tempat mencetak generasi masa depan. Jangan sampai masa depan anak-anak justru harus dimulai dengan menahan bau sampah.
(Tim Bsl24 Loteng)
