Barsela24news.com | Aceh Selatan — Kabar baik bagi masyarakat di kawasan Barat-Selatan Aceh. RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, kini resmi menghadirkan layanan pemasangan ring (stent) koroner jantung melalui fasilitas Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan kateterisasi jantung.
Layanan tersebut menjadi terobosan penting bagi pelayanan kesehatan di wilayah Barat-Selatan Aceh. Pasien dengan penyakit jantung koroner kini memiliki akses terhadap tindakan intervensi jantung tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh maupun Medan.
Yang lebih menggembirakan, tindakan pemasangan ring jantung tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Fasilitas ini disebut menjadi layanan kateterisasi dan intervensi koroner pertama dan satu-satunya di kawasan Barat-Selatan Aceh, sehingga keberadaannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pasien dalam memperoleh penanganan medis.
Ditangani Dokter Spesialis Intervensi
Pelayanan medis tersebut ditangani oleh dr. Emil Fathoni, Sp.JP (K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, bersama tim medis RSUD dr. H. Yuliddin Away.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, rumah sakit juga telah memiliki Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi) serta Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), yakni unit perawatan intensif yang diperuntukkan bagi pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.
Direktur RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, dr. Erizaldi, M.Kes., Sp.OG., M.H.Kes., didampingi Wakil Direktur Pelayanan dr. Musaddid, M.K.M., menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini terutama diarahkan untuk mempercepat penanganan pasien dengan kondisi kegawatdaruratan jantung.
“Pada kasus serangan jantung, waktu sangat menentukan (golden period). Semakin cepat aliran darah koroner dipulihkan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan otot jantung dan memberikan hasil pemulihan yang lebih baik bagi pasien,” ujar dr. Erizaldi kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, keberadaan fasilitas PCI dan ICVCU merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk membangun pelayanan jantung yang semakin lengkap, cepat dan berkesinambungan.
Tak Lagi Harus Menempuh Rujukan Jauh
Selama ini, pasien penyakit jantung yang membutuhkan tindakan intervensi tertentu harus menghadapi perjalanan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar kawasan Barat-Selatan Aceh.
Kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan waktu dan biaya perjalanan, tetapi juga menjadi persoalan tersendiri ketika pasien berada dalam kondisi kegawatdaruratan.
Dengan beroperasinya layanan PCI di RSUD dr. H. Yuliddin Away, rantai pelayanan tersebut diharapkan menjadi lebih pendek. Pasien dapat memperoleh pemeriksaan, penanganan dan perawatan di wilayahnya sendiri sepanjang memenuhi indikasi medis serta kapasitas pelayanan rumah sakit.
Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap keluarga pasien yang selama ini harus mendampingi anggota keluarganya menjalani pengobatan ke luar daerah.
Target Bangun Jejaring Kardiovaskular
Manajemen RSUD dr. H. Yuliddin Away tidak berhenti pada penyediaan fasilitas Cath Lab. Ke depan, rumah sakit menargetkan terbentuknya jejaring kardiovaskular terintegrasi di wilayah Barat-Selatan Aceh.
Jejaring tersebut nantinya diharapkan menghubungkan Puskesmas, PSC, klinik swasta hingga rumah sakit di sekitar Aceh Selatan.
Dengan sistem tersebut, proses deteksi dini, komunikasi antarfasilitas kesehatan serta mekanisme rujukan pasien kegawatdaruratan jantung dapat dilakukan lebih cepat.
“Harapannya, pasien dengan kegawatdaruratan jantung bisa teridentifikasi lebih awal dan mendapatkan komunikasi serta rujukan yang cepat dan tepat,” jelasnya.
Bupati Aceh Selatan Apresiasi Terobosan
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan, MS., S.E., M.Sos., menyambut positif hadirnya layanan pemasangan ring jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away.
Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan di kawasan Barat-Selatan Aceh.
“Kehadiran layanan pemasangan ring jantung yang didukung ICVCU ini sangat bermanfaat. Selain memperpendek akses dan mempercepat penanganan, tindakan ini secara signifikan mengurangi beban rujukan pasien ke luar daerah,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat terus dikembangkan, baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan medis maupun jejaring pelayanan.
Dengan hadirnya Cath Lab, PCI dan ICVCU, RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan regional di kawasan Barat-Selatan Aceh, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Bagi masyarakat, hadirnya layanan tersebut bukan sekadar tambahan fasilitas kesehatan, tetapi juga memberikan harapan baru bahwa penanganan penyakit jantung yang membutuhkan tindakan intervensi dapat dilakukan lebih dekat, lebih cepat, dan sesuai ketentuan dapat ditanggung BPJS Kesehatan.
Laporan: Hartini
