Bupati Nagan Raya Pimpin Apel Kesiapan Karhutla, Tekankan Pencegahan sebagai Gerakan Bersama

Barsela24news.com


Nagan Raya  - Berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Nagan Raya periode 2024–2029, wilayah ini tercatat memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana, termasuk banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, tanah longsor, serta gempa bumi. 


Merespons potensi tersebut, Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah preventif terpadu dari seluruh elemen masyarakat.


Penegasan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa TRK ini saat memimpin Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Makodim 0116/Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (2/9/2026). 


Apel ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, personel TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, serta para pimpinan dan perwakilan perusahaan di wilayah Nagan Raya.


Dalam amanatnya, Bupati TRK mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, telah terjadi sejumlah insiden karhutla di wilayah Darul Makmur dan Tripa Makmur yang berhasil ditangani oleh tim gabungan.


"Sejumlah kejadian terjadi di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan khusus dan waktu yang tidak singkat," ungkapnya.


Bupati TRK mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat luas. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, karhutla juga mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kehidupan sosial.


"Disadari ataupun tidak, bencana telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada satu daerah pun yang dapat menjamin terbebas dari bencana, baik bencana alam, nonalam, maupun sosial," sebutnya.


Mengingat tingginya potensi risiko tersebut, Bupati menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah membangun kesadaran, kesiapsiagaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam manajemen bencana secara menyeluruh.


"Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama. Kita perlu memperkuat kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, pengawasan wilayah rawan, deteksi dini, serta koordinasi antarinstansi dan seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.


Lebih lanjut, TRK memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta para pelaku usaha dan pengelola lahan untuk bertanggung jawab menjaga wilayah konsesi masing-masing.


"Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat dan hidupkan kembali semangat gotong royong. Apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan dan lakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas," tegas Bupati.


Menutup sambutannya, Bupati TRK kembali mengingatkan bahwa penanggulangan karhutla bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan kewajiban kolektif seluruh pihak.


"Mari kita jadikan pencegahan karhutla sebagai gerakan bersama untuk menjaga hutan, lahan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat. Jangan menunggu bencana terjadi. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi," pungkasnya.


Usai pelaksanaan apel, Bupati TRK beserta jajaran Forkopimda melakukan pengecekan pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana guna memastikan ketersediaan dan kesiapan operasional seluruh peralatan mitigasi bencana di Kabupaten Nagan Raya.


Laporan : Sukma Afrizal