PILKADES: JANGAN SALAH PILIH, KENALI CALON SEBELUM MENENTUKAN PILIHAN

Barsela24news.com

Mataram NTB, 8 Oktober 2026 — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar memilih siapa yang paling dikenal, paling banyak pendukung, atau paling sering muncul di tengah masyarakat. Pilkades adalah momentum menentukan arah pemerintahan dan pembangunan desa untuk beberapa tahun ke depan.

Karena itu, masyarakat perlu menentukan pilihan secara rasional dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ada beberapa hal penting yang patut menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

Pertama, lihat rekam jejak calon. Masyarakat perlu mengetahui apa yang pernah dilakukan calon sebelum mencalonkan diri. Apakah pernah dipercaya memegang amanah? Apa kontribusinya terhadap masyarakat? Rekam jejak menjadi salah satu bahan penting untuk melihat bagaimana seseorang menjalankan tanggung jawab.

Kedua, periksa program dan visi-misinya. Jangan hanya terpaku pada janji kampanye. Tanyakan secara konkret: apa yang akan dilakukan jika terpilih, siapa yang menjadi sasaran program, bagaimana pelaksanaannya, dan dari mana sumber anggarannya.

Program yang baik bukan hanya terdengar menarik, tetapi harus realistis dan dapat dilaksanakan sesuai kewenangan serta kemampuan keuangan desa.

Ketiga, perhatikan integritas dan transparansi. Kepala desa akan berhadapan dengan berbagai kepentingan masyarakat dan pengelolaan anggaran desa. Karena itu, penting melihat komitmen calon terhadap keterbukaan, pelayanan publik, serta penggunaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keempat, lihat kemampuan memahami persoalan desa. Kepala desa bukan hanya simbol atau tokoh yang populer. Kades harus mampu memahami pemerintahan desa, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, serta kebutuhan warga.

Kelima, perhatikan sikap calon terhadap perbedaan pilihan. Pilkades boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan politik memecah persaudaraan. Calon yang maju harus siap menjadi pemimpin seluruh masyarakat apabila mendapatkan mandat.

Keenam, jangan menjadikan pemberian uang atau barang sebagai ukuran kualitas calon. Masyarakat perlu mempertimbangkan pilihan berdasarkan rekam jejak, program, integritas dan kemampuan calon, bukan semata-mata keuntungan sesaat.

Pada akhirnya, masyarakat memiliki hak menentukan pilihannya secara bebas dan bertanggung jawab.

Sebelum mencoblos, ada satu pertanyaan sederhana yang patut direnungkan:

“Jika calon ini terpilih, apakah saya percaya dia mampu mengelola desa secara transparan, adil dan melayani seluruh masyarakat, bukan hanya para pendukungnya?”

Pilkades bukan sekadar memilih seseorang untuk menjadi kepala desa. Pilkades adalah menentukan siapa yang akan diberi amanah untuk mengelola pemerintahan, pembangunan dan kepentingan masyarakat desa.

Karena itu, jangan memilih hanya karena kedekatan, keluarga, popularitas, atau janji sesaat. Kenali calonnya, periksa rekam jejaknya, pahami programnya, kemudian tentukan pilihan dengan hati nurani.

Satu suara masyarakat hari ini dapat menentukan arah desa untuk bertahun-tahun ke depan.

Redaksi