Polri dan Masyarakat Bergotong Royong Bangun Jembatan di Desa Mujur, Akses Warga Diperkuat

Barsela24news.com

Barsela24news.com | Lombok Tengah, NTB — Semangat gotong royong antara kepolisian dan masyarakat kembali terlihat di wilayah Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Personel Polsek Praya Timur bersama warga Desa Mujur bahu-membahu membangun jembatan di Dusun Tembuku, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Praya Timur, IPTU I Nyoman Astika, bersama sejumlah personel kepolisian. Kehadiran jajaran Polsek di tengah masyarakat menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga.

Gotong royong ini memperlihatkan bahwa hubungan Polri dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian sosial serta kerja bersama untuk menjawab kebutuhan lingkungan.

Salah seorang warga yang ditemui media menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan Kapolsek Praya Timur dan anggotanya dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Bagi saya, Pak Nyoman Astika merupakan sosok Kapolsek yang selama ini saya lihat dekat dengan masyarakat,” ungkap warga tersebut.

Dibangun dari Swadaya Masyarakat

Jembatan di Dusun Tembuku dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses pertanian, memperlancar mobilitas warga, serta menunjang aktivitas sehari-hari.

Pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan jembatan penghubung Dusun Orok-Orok dan Dusun Kudung Are menuju Dusun Tembuku yang sebelumnya telah diselesaikan.

Mengingat jembatan merupakan kebutuhan bersama, warga dari dusun lain juga menyampaikan usulan agar pembangunan infrastruktur serupa dilanjutkan. Atas dasar kebutuhan tersebut, lima tokoh penggerak pembangunan kembali menginisiasi pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Dusun Tembuku dengan Senayan.

Pembangunan lanjutan itu juga dilaksanakan melalui swadaya masyarakat, dengan melibatkan partisipasi warga dalam bentuk tenaga, material, maupun dukungan lainnya.

Adapun lima tokoh penggerak pembangunan jembatan tersebut adalah Dr. Ir. H. Abdul Hakim, MM, H. Isro' KM, SH, Murdan, H. Nurman Yasin, dan Junaidi alias Jitok.

Gotong Royong Harus Diikuti Perhatian terhadap Keamanan

Salah seorang tokoh penggerak pembangunan, H. Isro' KM, SH, menegaskan bahwa pembangunan secara swadaya merupakan gambaran nyata partisipasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di tingkat desa.

Namun, ia mengingatkan bahwa aspek kualitas dan keamanan konstruksi tetap harus menjadi perhatian agar jembatan dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

“Pembangunan secara swadaya menunjukkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat. Meski demikian, kualitas serta keamanan konstruksi tetap perlu diperhatikan agar jembatan ini benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak sekadar menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya akses menuju lahan pertanian dan kelancaran mobilitas warga.

Di akhir kegiatan, kelima tokoh penggerak pembangunan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Polsek Praya Timur yang dipimpin IPTU I Nyoman Astika, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

Mereka mengapresiasi seluruh bentuk dukungan, baik berupa tenaga, material, maupun semangat kebersamaan yang membuat pembangunan dapat terus berjalan.

Kolaborasi antara Polri dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong sekaligus mendorong perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan infrastruktur desa, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan bagi seluruh pengguna jembatan.

Laporan: Jamiri