SUBULUSSALAM – Berlokasikan di wilayah Desa Sukamakmur, Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam, pembuatan talud penahan badan jalan kini telah memasuki tahap pengecoran. Sedangkan Dump Truck terus di kerahkan untuk mengangkut material penimbunan jalan, Minggu, (8/10/23).
Salah satu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 118 Kodim 0118/Subulussalam yaitu pembuatan talud penahan badan jalan kini telah memasuki tahap pengecoran. Ini pun, terus di gencarkan Satgas TMMD agar dapat selesai tepat waktu dan di gunakan masyarakat sekitar.
Dengan medan yang cukup berat, dikarenakan tanah yang di lalui masih lembek, Satgas TMMD Ke 118 terus mengerahkan Dump Truck untuk mengangkut material penimbun Jalan.
Pekerjaan talud, kini sudah memasuki tahap pengecoran yang nantinya untuk memperkuat badan jalan yang baru dibuka dalam program TMMD ke 118 Kodim 0118/Subulussalam.
Seperti yang di sampaikan Pasiter Kodim 0118/Subulussalam Kapten Inf Gunawan yang juga selaku Koordinator Umum TMMD ke 118. Bahwa pembuatan talud tersebut, mempunyai fungsi sangat vital.
"Pembangunan talud ini sebagai penahan tanah apabila sewaktu-waktu terjadi hujan lebat yang dapat mengakibatkan erosi/longsor yang mengingat jalan yang baru dibuka kondisi tanahnya masih lembek,” ungkapnya.
Tidak di pungkiri, pembangunan talud itu cukup lumayan berat, hanya saja berkat pengerahan warga yang maksimal, saling bahu membahu dengan Satgas TMMD dan sejumlah unsur lainnya sehingga semua dapat berjalan lancar sesuai progres yang sudah direncanakan.
Dirinya berharap dengan pengerjaan talud yang maksimal itu, kedepan jalan tersebut menjadi kuat, awet dan mendukung masa pemakaian untuk jangka panjang.
Pasiter Kodim 0118/Subulussalam Kapten Inf Gunawan, juga menambahkan, pengangkutan material berupa pasir dan batu ke tempat sasaran untuk penimbunan jalan terus dilakukan.
Dengan jalan yang sedikit licin dan rusak, karena tanah yang di lalui masih lembek tidak menyurutkan semangat satgas TMMD untuk terus mengerjakan jalan tersebut.
"Kegiatan melangsir material tetap terus dilakukan sampai kebutuhan penimbunan material tercukupi agar nantinya cepat bisa digunakan untuk masyarakat," pungkasnya. (Juliadi)

