Dokter Puskesmas Meukek Berikan Klarifikasi Terkait Informasi yang Beredar

Barsela24news.com

 


Aceh Selatan – Seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, dr. Cut. Herviza yang menangani pasien bernama Muhammad Sultan Alfatih, balita berusia 2,6 tahun, menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya. 


Menurut keterangan  dr , Cut Herviza Pasien masuk ke poli pada pagi hari selasa tanggal 30 Desember  dengan keluhan sudah demam 2 hari disertai mencret,tidak nafsu makan, 

Keluarga mengatakan untuk minum obat pun tidak mau(sebelumnya sudah beli obat di depot/apotik). Ungkap nya kepada media barsela24News.com melalui rilis lewat pesan Whatsapp Selasa malam 06/01/2026.


Lanjut nya, Dokter menyarankan untuk meminta spuit/alat suntik tanpa jarum ke ugd biar pada saat minum obat bisa langsung di masukkan ke mulut agar tidak di muntahkan. Dokter menyaranakan Apabila tidak membaik keluarga bisa langsung datang lg ke ugd untuk dilakukan pemasangan infus.


Namun Pada pukul 19.40 di hari yang sama keluarga serta pasien kembali datang/masuk ke UGD untuk di lakukan  perawatan rawat inap dan di trima oleh dokter yg sama saat kunjungan poli pagi tdi, dan pasien langsung di rawat inap, Kamis pagi pada saat visit ibu psien mengatakan pasien tidak bisa minum oralit krn anaknya tidak suka yg ada rasa, Keluhan masih mencret dan muntah kalau di suap makan   cuma mau air putih. 


Pada saat selesai visit,ibu pasien mengatakan alhamdulillah pasien sudah mau makan 3 suap nasi cuma pada saat di kasih telur jdi anaknya muntah lagi, (perawat jaga rawat inap jg mendengarkan penuturan ibu pasien kamis pagi itu). 


Kamis malam jumat infus pasien tidak jalan/kluar air dari ujung infus,perawat melepaskan infus untuk sementara dan saat akan pemasangan infus kembali di tolak keluarga, keluarga mengatakan nanti saja dipasang karena suhu tubuh anak nya naik turun panas nya, kalau naik nanti diminumkan obat panas, 


Jumat pagi saat visit posisi psien tengkurap  sedang batuk dg infus tidak terpasang,ayah pasien  yg menjaga mengatakan masih mencret juga, Dokter memegang badan pasien dan  melihat ruam merah di punggung pasien saat dokter menyarankan untuk di pasang infus ayah psien menolak untuk di pasang Dan pada saat perawat datang menawarkan utk dipasang infus kembali,ayah pasien masih menolak. 


Jam 10 pagi dokter di poli di kabari perawat jaga rawat inap bahwa keluarga minta pulang atas permintaan sendiri (PAPS) karena  alasan mau di bawa ke tempat lain/ RS. 


Pukul 18.00 perawat jaga Ugd mengabarkan pasien yg minta pulang jam 10 pagi tadi datang lagi ke ugd dg penurunan kesadaran setelah di lakukan pemeriksaan dokter menyatakan pasien sudah meninggal sebelum sampai di ugd puskesmas Menurut cerita dari sopir yg mengantar saat itu keluarga pasien sedang perjalanan mau ke rumah sakit, tetapi tidak sampai  rumah sakit pasien  sudah dibawa kembali ke ugd puskesmas. Ucap dr. Cut. 


Menurut dr. Cut  Herviza, dari awal pasien masuk ke ugd keluarga tidak pernah meminta untuk di rujuk ke rumah sakit.


"Kenapa saya membuat klarifikasi terkait informasi yang sempat beredar di tengah masyarakat dan menimbulkan beragam persepsi. Saya  menyampaikan  bahwa sejumlah informasi yang berkembang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menyayangkan adanya kesimpangsiuran informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, baik terhadap dirinya secara pribadi maupun terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Meukek secara umum," Ungkapnya.


“Perlu kami luruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Kami selalu berupaya menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) serta kode etik profesi kedokteran,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat selama ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan mengedepankan kepentingan pasien.


Menurutnya, berbagai keterbatasan yang ada di fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak pernah dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan.


Lebih lanjut, dokter tersebut juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang bersifat membangun. Namun demikian, ia berharap agar setiap persoalan dapat dikomunikasikan secara baik dan tidak langsung disimpulkan sepihak tanpa klarifikasi.


“Kami terbuka untuk dievaluasi. Jika ada kekurangan, mari kita benahi bersama demi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Meukek,” pungkasnya.


"Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat Meukek dan sekitarnya dapat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya," tutupnya.


Laporan : Hartini