Lombok Timur, NTB – Puluhan juta rupiah pembayaran bahan baku untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah yayasan Palapa Nusantara tidak dapat dibayarkan kepada mitra, akibat kelalaian administrasi yang dilakukan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Masalah ini membuat mitra kesulitan memenuhi kebutuhan operasional dapur.
Peristiwa yang terjadi pada akhir Desember 2025 silam ini berkaitan dengan suplai menu selama 4 hari untuk lebih dari 2.600 peserta makan (PM). Total nilai pembayaran yang seharusnya diberikan kepada supplier mencapai 85 juta rupiah.
Ketua Yayasan Palapa Nusantara Dr. H. Lalu Muh Fahri, SH. MH., mengungkapkan kekhawatirannya, "Kami menduga hal ini disebabkan kurang teliti dan fokusnya Kepala SPPG dalam menyusun laporan biaya bahan baku. Padahal kami sudah menyediakan ruangan kerja yang memadai untuknya dan seluruh staf ahli, namun ia justru lebih sering keluar sehingga pengawasan terhadap kegiatan relawan di dapur tidak maksimal."
Mitra mengaku berharap ada pergantian kepala dapur agar pengelolaan kegiatan menjadi lebih efektif dan terkontrol dengan baik. "Kami berharap, kepala dapurnya diganti dengan yang lain saja," tegas ketua yayasan.
Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Yayasan Palapa Nusantara, Windi Yahya, mengakui adanya masalah pembayaran. "Benar, pengajuan laporan kami tidak bisa diproses karena sistem BGN pusat sudah tutup pada saat pengajuan dilakukan," jelasnya di ruang kerjanya.
Namun Windi menjelaskan bahwa masalah ini sudah segera dilaporkan ke Kordinator Wilayah (Korwil) untuk dikomunikasikan ke pusat. "Pengajuannya sedang dalam proses, Insya Allah tonggakan tersebut pasti akan dibayarkan oleh BGN," pungkasnya.
Laporan : Bagoes
