Polri Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Target 389 Titik Sumur Bor Air Bersih, 208 Telah Terealisasi

Barsela24news.com

ACEH TAMIANG – Pasca-bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat fase pemulihan masyarakat. Fokus utama kehadiran Polri saat ini adalah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar yang paling krusial, yakni ketersediaan air bersih bagi warga terdampak.

Hingga Selasa (6/1/2026), Polri telah berhasil membangun dan mengaktifkan 177 titik sumur bor air bersih yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan ini menyasar lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pemukiman warga dan lokasi pengungsian.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil agar masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan layak dan aman.

“Penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan pascabencana. Polri bergerak cepat memastikan masyarakat dapat segera mengakses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan permukiman. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya.

Secara lebih luas di Provinsi Aceh, Polri menargetkan pembangunan total 389 titik sumur bor. Hingga data terakhir per Senin (5/1/2026) pukul 23.00 WIB, sebanyak 208 titik telah terealisasi di wilayah hukum Polda Aceh. Berikut adalah rincian capaian di Kabupaten Aceh Tamiang:

Fasilitas / Lokasi Jumlah Titik Sumur Bor
Sarana Pendidikan 62 Titik
Tempat Ibadah 48 Titik
Pemukiman Masyarakat 31 Titik
Rumah Kesehatan 18 Titik
Kantor Dinas / Pemerintahan 14 Titik
Area Publik & Tempat Pengungsian 4 Titik
Total Keseluruhan 177 Titik
Dari total tersebut, Polri membangun 3 titik sumur dalam (kedalaman 60–100 meter) dan 160 titik sumur dangkal (kedalaman 20–40 meter) untuk menyesuaikan kondisi geografis wilayah.

Selain Aceh Tamiang, pembangunan juga telah aktif di beberapa wilayah lain seperti Kota Langsa (7 titik), Aceh Timur (9 titik), Aceh Utara (9 titik), serta beberapa titik di Nagan Raya, Aceh Singkil, dan kabupaten lainnya yang masih dalam proses pengerjaan.

Upaya berkelanjutan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Polri untuk melindungi dan melayani masyarakat. Polri memastikan pembangunan akan terus berlanjut hingga seluruh target terpenuhi, demi menjamin stabilitas kesehatan dan kesejahteraan warga Aceh pascabencana. (*)