Aceh Selatan – Satuan Pelayanan Pengembangan Gizi (SPPG) Aceh Selatan yang berlokasi di Gampong Hilir Tapaktuan resmi mulai beroperasional di bawah naungan Yayasan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI).
Peresmian operasional ini menjadi tonggak penting dalam upaya penguatan pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan.
Yayasan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia merupakan yayasan berskala nasional yang dimiliki dan dikelola langsung oleh Organisasi PPUMI Pusat, dengan jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran yayasan ini bertujuan untuk mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis UMKM sekaligus berkontribusi dalam program-program sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ketua Organisai PPUMI Cabang Aceh Selatan Novi Rosmita, SE, M. Kes. Kepada media barsela 24News.com.Sabtu 31/01/2026 mengatakan Untuk wilayah Provinsi Aceh, Yayasan PPUMI menetapkan dua wilayah operasional, yakni Aceh Selatan dan Aceh Tengah. Penunjukan Aceh Selatan sebagai salah satu wilayah operasional dinilai strategis, mengingat potensi UMKM lokal yang besar serta kebutuhan peningkatan layanan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
Lanjut Novi yang merupakan Anggota DPRK Aceh Selatan ini, SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Hilir hadir sebagai unit pelayanan yang fokus pada pengembangan gizi masyarakat, termasuk mendukung program-program nasional terkait peningkatan kualitas kesehatan, pencegahan stunting, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pangan lokal. Selain itu, SPPG ini juga menjadi wadah kolaborasi antara perempuan pelaku UMKM, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Pengelola Yayasan PPUMI menegaskan bahwa operasional SPPG ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan gizi semata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan UMKM, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan daerah. Dengan demikian, SPPG diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Selatan.
Ke depan, Yayasan Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia melalui SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Hilir berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat luas guna mendukung program pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Selatan.
Dengan resmi beroperasionalnya SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Hilir, diharapkan Aceh Selatan dapat menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan program pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di bawah naungan Yayasan PPUMI tingkat nasional. Pungkas Novi Rosmita.
Masih dalam keterangan Novi Rosmita, Ketua Umum PPUMI (Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia) adalah Dr. Hj. Munifah Syanwani, M.Si.. Beliau dikenal sebagai aktivis perempuan dan penggerak dibidang pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya dalam membangun ekonomi rumah tangga dan UMKM. Munifah Syanwani aktif memimpin organisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam UMKM Indonesia.Ketum berharap agar yg di pekerjakan di dapur gizi tersebut sebanyak 70 % itu kaum perempuan dari jumlah relawan 47 orang di setiap SPPG
Tutup, Novi.
Sementara itu, Masyarakat Tapaktuan khusus nya Gampong Hilir menyambut baik beroperasionalnya SPPG Aceh Selatan Tapaktuan Hilir di wilayah mereka. Keberadaan lembaga ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM lokal, khususnya perempuan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat. (*)
Laporan: Hartini
