Nagan Raya - Syekh Abdulaffo As’ad Khalil Abu Rmeileh dari Palestina mengunjungi Dayah Nurul Ikhwah di Kabupaten Nagan Raya, Rabu (25/2/2026).
Kunjungan dalam rangkaian Safari Ramadhan dirangkai dengan penyerahan ijazah sanad Al-Fatihah, tes hafalan Al-Quran, wisuda tahfiz, tabligh akbar tentang Palestina, serta penggalangan donasi kemanusiaan untuk Palestina.
Mudir Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Ustadz Surianto Sudirman Lc MA mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi santri dan para guru, karena selain menjadi ajang syiar Al-Quran, juga menghadirkan pesan tentang keberanian, keteguhan iman, serta kepedulian terhadap sesama muslim di berbagai belahan dunia.
Dikatakan, rangkaian acara di Dayah Nurul Ikhwah diawali dengan penyerahan ijazah sanad Al-Fatihah oleh Syekh Abdulaffo kepada sejumlah guru dan santri.
"Prosesi ini menjadi simbol kesinambungan sanad keilmuan Al-Quran sekaligus bentuk pengakuan atas kesungguhan mereka dalam mempelajari bacaan Al-Quran secara bersambung kepada para ulama terdahulu," kata ujarnya.
Usai penyerahan sanad, kegiatan dilanjutkan dengan tes hafalan Al-Quran bagi para santri.
Dalam sesi tersebut, para santri diuji langsung kemampuan hafalannya di hadapan para guru, santri lainnya, serta tamu undangan.
Setelah pelaksanaan tes hafalan, acara berlanjut ke prosesi wisuda tahfiz Al-Quran.
Para santri yang dinyatakan lulus menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka dalam menghafal kalamullah.
Tabligh Akbar
Puncak kegiatan berlangsung dalam tabligh akbar yang disampaikan oleh Syekh Abdulaffo.
Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa penghafal Al-Qur’an tidak hanya dituntut kuat dalam hafalan, tetapi juga harus memiliki keberanian dan keteguhan iman.
“Penghafal Al-Qur’an harus berani. Lihatlah apa yang terjadi di Palestina. Mereka itu penghafal Al-Qur’an yang berani menghadapi berbagai tantangan, bahkan melawan kekuatan militer yang besar,” ujarnya di hadapan jamaah.
Selain menyampaikan dakwah, kegiatan di Dayah Nurul Ikhwah juga menjadi wadah penggalangan donasi kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Laporan : Muhammad Fawazull Alwi

