BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menggelar Safari Ramadhan 2026 pada 1–4 Maret 2026 dengan mengusung tema Muhasabah dan Taqarrub Ilallah. Kegiatan ini menyasar 18 kabupaten/kota terdampak bencana sebagai bentuk penguatan nilai spiritual sekaligus komitmen pemerintah hadir di tengah masyarakat.
Sebanyak 18 penceramah dan 10 imam tingkat provinsi diterjunkan dalam rangkaian safari tersebut. Selain tausiah dan shalat berjamaah, masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut membawa bantuan sajadah yang difasilitasi Biro Isra Setda Aceh untuk disalurkan di setiap masjid yang dikunjungi.
Di wilayah Langsa, Tim Safari Ramadhan menyambangi Masjid Nurul Iman Gampong Tualang Tengoh, Kecamatan Langsa. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Peternakan Aceh selaku koordinator tim, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh, serta Ketua dan Sekretaris Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Kasubbag Sarana dan Prasarana Biro Isra Yuslidar serta T. Zulfian dari Biro Isra Setda Aceh.
Tausiah disampaikan oleh Dr. Jamaludin Thaib yang mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum muhasabah serta memperkuat solidaritas sosial, khususnya bagi daerah yang sedang bangkit dari bencana.
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Aceh yang turut sebagai pendamping Chairan Manggeng, menyampaikan bahwa keterlibatan insan pers dalam Safari Ramadhan merupakan bagian dari komitmen moral untuk mendukung program keagamaan dan sosial pemerintah.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya agenda ibadah, tetapi juga ruang kolaborasi. Pers hadir untuk memastikan pesan-pesan kebaikan dan semangat kebersamaan tersampaikan luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui Safari Ramadhan 2026, Pemerintah Aceh berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat nilai keagamaan serta solidaritas sosial di tengah tantangan yang dihadapi daerah.
Laporan : NR

