Lombok Tengah, NTB - Anak anak siswa SDN 2 Mujur dan SMPN 1 Praya Timur beserta Santri Pondok Pesantren Arrahmaniyah Desa Mujur, yang mengelola Lembaga Pendidikan antara lain TK Islam, SMP Islam dan SMA Islam yang terbiasa melewati jembatan ini menuju sekolah, kini sudah membuat cerita lain, dengan mengelilingi separuh dari Desa Mujur untuk mencapai Sekolahnya
Pantauan Tim Media Barsela24news, pada Rabu (04/03/2026) saat menemui Kepala Desa (Kades) Mujur Junaidi, menyampaialkan kekecewaannya terkait Jembatan yang bisa dibilang terbengkalai.
Menurut Kades, dari Pemerintah Daerah memang pernah dianggarkan buat perbaikan jembatan Mujur, namun sekarang disebabkan pemangkasan Anggaran sehingga jadi mandek, ulasnya.
Pada siapa harus memohon, kini kata seorang tokoh yang enggan disebut namanya, ataukah harus teriak menjerit memekakkan telinga para pejabat agar segera merapat melihat keadaan kami di Desa.
Jembatan terputus Amblas akibat derasnya aliran sungai sudah setahun lebih, kapan diperbaiki, pertanyaan ini bukan hanya keluar dari warga Desa yang biasa melintas, namun juga keluar dari anak anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar
Sumber yang juga sebagai RT disalah satu kekadusan di Desa Mujur juga menjelaskan Sudah berapa DPR tempat kami mengadu, bukan hanya DPRD kabupaten maupun DPRD provinsi bahkan ke salah satu anggota DPR RI juga pernah kami adukan terkait jembatan ini, namun hingga kini belum ada jawaban pasti semua hanya janji untuk menyenangkan hati kami, tungkasnya
Desa Mujur dulu terkenal dengan semboyan Mujurku Mujurmu Mujur kita.
Karena jiwa gotong royong masyarakat yang sangat tinggi dan merasa setiap permasalahan di desa adalah masalah semua warga desa, setiap masalah di desa terselesaikan lewat musyawarah dan mupakat warga desa.
salah satu tokoh masyarakat mengusulkan untuk membuat jembatan darurat dari batang bambu, biar ada akses jalan bagi warga menuju Masjid dan anak anak menuju sekolah. Namun kini Jembatan daruratpun hanyut tergerus banjir yang terjadi baru baru ini.
Kepada siapa lagi kami sandarkan harapan ini, DPR yang seharusnya sebagai penyambung tangan Kami
Hanya cuma janji yang seolah pasti terlaksana dalam waktu dekat ini, apakah waktu dekat namanya kalau setahun lebih
Tolong dengarkan jeritan kami,
Tolong perhatikan akses jalan kami, harapnya
Laporan: Jamiri/Tim
