Barsela24news.com - Sumbawa Barat, NTB | Desa Mataiyang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Tenggara Barat (NTB). Desa ini dikenal sebagai kawasan pedesaan yang dikelilingi bentang alam pegunungan dan hutan yang masih cukup luas, menjadikannya salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam yang signifikan di wilayah tersebut.
Secara geografis, Desa Mataiyang berada di wilayah perbukitan yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan hutan negara. Hutan-hutan di sekitar desa sejak lama menjadi sumber penghidupan masyarakat, baik melalui hasil hutan seperti madu hutan, rotan, serta berbagai tanaman hutan lainnya. Selain itu, sebagian masyarakat juga mengandalkan sektor pertanian lahan kering dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama.
Namun di balik potensi alam tersebut, kawasan hutan di sekitar Desa Mataiyang dalam beberapa tahun terakhir mulai menjadi perhatian publik. Kondisi hutan yang relatif terpencil dan jauh dari pengawasan intensif membuat wilayah pegunungan desa ini rentan terhadap aktivitas penebangan kayu secara ilegal atau yang dikenal sebagai praktik illegal logging.
Beberapa titik kawasan hutan di pegunungan sekitar desa dilaporkan memiliki jenis kayu bernilai ekonomi tinggi. Hal ini menjadikan wilayah tersebut kerap menjadi incaran oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan celah lemahnya pengawasan untuk melakukan aktivitas penebangan liar.
Bagi masyarakat Desa Mataiyang sendiri, keberadaan hutan memiliki arti yang sangat penting. Selain sebagai sumber ekonomi, hutan juga berperan menjaga keseimbangan lingkungan, sumber air, serta perlindungan terhadap potensi bencana alam seperti longsor dan banjir.
Karena itu, ketika muncul dugaan praktik illegal logging di kawasan hutan pegunungan desa tersebut, perhatian publik pun mulai tertuju ke wilayah ini. Aktivitas penebangan yang diduga berlangsung secara sistematis tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi merugikan negara serta masyarakat sekitar yang selama ini menggantungkan hidup dari keberlanjutan hutan.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih tegas dari pihak berwenang agar kawasan hutan di sekitar Desa Mataiyang tetap terjaga dan tidak menjadi sasaran eksploitasi ilegal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Oleh: Danang Mario
