Buntut Dugaan Intimidasi Nakes, BANGKIT NTB Ancam Banjiri Kantor Bupati Lombok Tengah

Barsela24news.com

Lombok Tengah, NTB– Eskalasi konflik antara Tenaga Kesehatan (Nakes) Paruh Waktu dengan manajemen kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah memasuki fase yang lebih krusial. Barisan Pejuang Kesejahteraan Instansi Kesehatan (BANGKIT) NTB menyatakan kesiapannya mengerahkan massa untuk "membanjiri" Kantor Bupati Lombok Tengah, sebagai bentuk tekanan agar dilakukan pencopotan Kepala Puskesmas (Kapus) Pringgarata.
 
Langkah tegas ini diambil sebagai reaksi keras atas dugaan tindakan intimidasi dan tekanan psikologis yang dilakukan oknum Kapus terhadap para nakes yang vokal menyuarakan tuntutan kenaikan upah yang layak.
 
Wakil Ketua Umum BANGKIT NTB, Lalu Satria Wijaya, S.Kep.Ners, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti yang memperkuat laporan adanya upaya pembungkaman aspirasi di lingkungan kerja Puskesmas Pringgarata. Tindakan oknum Kapus yang diduga mengancam akan memutus kontrak kerja bagi nakes yang berani bersuara dinilai sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang tidak dapat ditoleransi.
 
"Kami tidak main-main. Kami akan segera mendatangi Kantor Bupati untuk mendesak pencopotan Kepala Puskesmas Pringgarata. Seorang pemimpin seharusnya menjadi pengayom bagi bawahannya yang sedang menjerit karena menerima upah hanya Rp200 ribu, bukan malah menebar ancaman dan intimidasi!" tegas Satria dalam keterangan persnya, Minggu (19/04/2026).
 
Menurutnya, keberadaan pemimpin yang bersikap represif hanya akan memperkeruh suasana kerja dan merusak semangat serta mentalitas para nakes yang merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
 
Di sisi lain, gelombang perlawanan di internal Puskesmas Pringgarata terus menguat. Para nakes yang merasa tertekan mulai menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kapus saat ini. Mereka menilai lingkungan kerja sudah tidak lagi sehat, di mana hak untuk berpendapat justru dibatasi dengan ancaman pemecatan.
 
"Sudah cukup kami menderita dengan upah yang tidak manusiawi. Jangan tambah beban kami dengan ancaman. Kami butuh pemimpin yang punya empati, bukan yang anti kritik," ungkap salah satu nakes yang enggan disebutkan identitasnya karena alasan keamanan.
 
BANGKIT NTB menyatakan akan segera melayangkan surat resmi berisi tuntutan pencopotan Kapus Pringgarata kepada Pemerintah Daerah. Pihaknya memberikan tenggat waktu yang tegas; jika tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, maka rencana mogok kerja massal akan dipercepat dan dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh wilayah Lombok Tengah.
 
Aksi mendatangi Kantor Bupati disebut sebagai langkah awal, sebelum akhirnya berujung pada kelumpuhan layanan kesehatan di daerah tersebut.
 
"Jika nanti Bupati tidak mengambil tindakan tegas terhadap oknum Kapus ini, maka jangan salahkan kami jika ribuan nakes akan turun ke jalan dan seluruh layanan kesehatan di Lombok Tengah lumpuh total. Kami berdiri teguh membela nakes yang dizalimi," tambah Lalu Satria.
 
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Lombok Tengah juga belum mengeluarkan keputusan resmi terkait tuntutan perbaikan kesejahteraan para tenaga kesehatan. Kini publik menanti keberanian Pemerintah Daerah mengambil keputusan: apakah akan melindungi oknum pejabat, atau justru menyelamatkan nasib ribuan tenaga kesehatan yang merasa terancam dan terintimidasi.
 
Laporan:  Tim